Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN LEMBAGA PENJAMINAN MUTU (LPM) DALAM MENINGKATKAN KINERJA DOSEN DAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI UNIVERSITAS AL WASHLIYAH DARUSSALAM BANDA ACEH Rizqa Uswah; Faraisha Hizra; Maulana Zubir; Ulia Safitri; Melda Yulisa
Jurnal Pendidikan Nusantara Vol. 9 No. 3 (2024): Jurnal Pendidikan Nusantara ( September - Febuari)
Publisher : lembaga Sepercenter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) memiliki tupoksi dalam menjaga kualitas perguruan tinggi, Keberadaan LPM tidak hanya ditujukan untuk memenuhi standar akreditasi dan regulasi nasional, akan tetapi juga sebagai upaya internal institusi dalam meningkatkan kualitas layanan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) dalam meningkatkan kinerja dosen dan kualitas pembelajaran di Universitas Al Washliyah Darussalam Banda Aceh. Adapun metode penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam (dept-interview) dengan pimpinan LPM, dosen, dan pimpinan akademik di lingkungan Universitas Al Washliyah Darussalam Banda Aceh, serta dilengkapi dengan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga Penjaminan Mutu (LPM) telah melaksanakan berbagai kegiatan strategis yaitu audit mutu internal, sosialisasi standar penjaminan mutu, dan pelatihan peningkatan kapasitas dosen. Di sisi lain, efektivitas peran tersebut masih terkendala oleh keterbatasan sumber daya manusia di LPM, rendahnya kesadaran mutu di kalangan dosen, serta lemahnya mekanisme tindak lanjut dari hasil evaluasi. Meskipun terdapat dukungan dari pimpinan institusi dan upaya integrasi nilai-nilai keislaman dalam sistem penjaminan mutu, budaya mutu yang berkelanjutan belum sepenuhnya terbentuk. Dengan demikian, optimalisasi peran LPM memerlukan penguatan kapasitas kelembagaan, pelatihan berkelanjutan, integrasi sistem reward-punishment, serta komitmen kebijakan yang konsisten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa LPM memiliki potensi besar sebagai agen perubahan, diperlukan pendekatan holistik dan kontekstual agar dapat menjadi motor penggerak peningkatan kualitas akademik yang berkelanjutan di Universitas Al Washliyah Darussalam Banda Aceh.
EVALUATION OF USER BEHAVIORAL ASPECTS IN SUPPORTING SPATIAL COMFORT WITHIN THE BAITURRAHMAN GRAND MOSQUE RELIGIOUS TOURISM AREA IN BANDA ACEH Ulia Safitri; Rizqi Mardhatillah
Jurnal Penelitian Progresif Vol 5 No 2 (2026): MARCH 2026 - AUGUST 2026
Publisher : CV Naskah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61992/jpp.v5i2.402

Abstract

Developing tourism potential in a region in Indonesia is challenging. This is due to local government regulations and local beliefs. Researchers conducted research in an area that has established rules and regulations, the city of Banda Aceh which is known as Veranda of Mecca, therefore tourism is a very suitable place to increase visits and income in the city of Banda Aceh, called religious tourism, specifically in the Baiturrahman Grand Mosque area. The development of religious tourism is greatly influenced by the socio-cultural practices of local communities, who have different behaviors and attitudes. Individual behavior in an area greatly influences the development of that area. Therefore, the researcher aims to examine the comparative level of behavioral aspects of tourists and the community towards tourism development, especially religious tourism in the Baiturrahaman Grand Mosque area. The method used in this study was a mixed method, qualitative and quantitative, which was obtained by distributing questionnaires to 100 respondents, including tourists and local residents; conducting field observations at the research location; and conducting in-depth interviews with eight key informants, namely local community leaders, tourism practitioners, government officials, and academics. This literature review can be applied by stakeholders as an evaluation tool in developing tourism, especially religious tourism.