Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Informatika Siswa Kelas XI SMK Negeri 3 Tondano Bryan Gerald Basis; Rudy Harijadi Wibowo Pardanus; Kebri Kein Moudy Pajung
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i2.338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Informatika melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) di kelas XI SMK Negeri 3 Tondano. Permasalahan yang ditemukan dalam proses pembelajaran adalah rendahnya keterlibatan siswa dan hasil belajar yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal karena pembelajaran masih didominasi oleh metode konvensional. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar dan observasi aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Nilai rata-rata hasil belajar siswa meningkat dari 72,13 pada Siklus I menjadi 83,27 pada Siklus II, dengan tingkat ketuntasan belajar klasikal mencapai 100% pada siklus II. Selain itu, penerapan PjBL juga meningkatkan keaktifan siswa dalam kegiatan proyek, diskusi kelompok, serta presentasi hasil kerja. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa model Project Based Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan partisipasi siswa pada mata pelajaran Informatika, khususnya pada materi jaringan komputer (LAN).
Deteksi Anomali Trafik Jaringan Menggunakan K-Means Clustering Berdasarkan Data Log Firewall Christian Vieri Tololiu; Indra Rianto; Rudy Harijadi Wibowo Pardanus; Arje Cerullo Djamen
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i2.462

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengembangkan sistem deteksi anomali trafik jaringan internet di lingkungan UPA TIK Universitas Negeri Manado menggunakan algoritma K-Means Clustering dengan pendekatan Action Research. Sistem monitoring jaringan yang ada masih bersifat reaktif, sehingga anomali baru terdeteksi setelah laporan pengguna masuk. Data log firewall berupa Report of Connection Events periode 2-9 Februari 2026 dengan sekitar 10.000 baris koneksi valid digunakan sebagai dataset penelitian. Tahapan preprocessing mencakup pembersihan data, rekayasa fitur berbasis perilaku jaringan meliputi Source Connection Count (fsrc), Destination Port Entropy (Hport), dan Byte-to-Connection Ratio (Rbyte), serta normalisasi menggunakan Z-Score Standardization. Penentuan jumlah klaster optimal dilakukan dengan Elbow Method menghasilkan K=3, yang dikonfirmasi dengan Silhouette Score sebesar 0,6493 dan Davies-Bouldin Index sebesar 0,5379. Hasil clustering membagi trafik menjadi tiga kelompok: trafik normal (82,5%), semi-normal (16,5%), dan anomali potensial (1,0%). Visualisasi dengan Principal Component Analysis (PCA) mengkonfirmasi pemisahan klaster secara geometris. Deteksi anomali berbasis threshold persentil ke-99 (P99) berhasil mengidentifikasi empat kategori anomali utama: aktivitas BitTorrent, akses massal ke banyak negara, probing ke zona DMZ, dan penggunaan port tidak umum. Penelitian membuktikan bahwa K-Means Clustering efektif sebagai metode deteksi anomali berbasis data pada jaringan kampus tanpa memerlukan pelabelan data. ABSTRACT              This study develops an internet network traffic anomaly detection system at the UPA TIK environment of Universitas Negeri Manado using the K-Means Clustering algorithm with an Action Research approach. The existing network monitoring system is still reactive, meaning anomalies are only detected after user complaints are received. Firewall log data in the form of Report of Connection Events for the period of February 2-9, 2026, consisting of approximately 10,000 valid connection records, was used as the research dataset. Preprocessing stages include data cleaning, network behavior-based feature engineering comprising Source Connection Count (fsrc), Destination Port Entropy (Hport), and Byte-to-Connection Ratio (Rbyte), as well as normalization using Z-Score Standardization. The optimal number of clusters was determined using the Elbow Method, resulting in K=3, confirmed by a Silhouette Score of 0.6493 and a Davies-Bouldin Index of 0.5379. Clustering results divided traffic into three groups: normal traffic (82.5%), semi-normal (16.5%), and potential anomalies (1.0%). Visualization using Principal Component Analysis (PCA) geometrically confirmed cluster separation. Anomaly detection based on the 99th percentile threshold (P99) successfully identified four main anomaly categories: BitTorrent activity, mass access to multiple countries, DMZ zone probing, and use of non-standard ports. The study proves that K-Means Clustering is effective as a data-driven anomaly detection method for campus networks without requiring labeled data.
Digitalisasi Promosi Pariwisata: Analisis Konseptual Penggunaan Multimedia pada Destinasi Wisata Trudi Komansilan; Rudy Harijadi Wibowo Pardanus
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2026): EduTIK : Februari 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital telah meredefinisi paradigma pemasaran pariwisata global, mendesak destinasi wisata untuk beradaptasi dari metode promosi konvensional menuju ekosistem digital yang terintegrasi dan imersif. Artikel ini menyajikan analisis konseptual yang mendalam dan komprehensif mengenai digitalisasi promosi pariwisata, dengan fokus spesifik pada pemanfaatan teknologi multimedia interaktif di destinasi wisata Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi peran strategis elemen multimedia—termasuk Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), video profil berbasis narasi, dan media sosial—serta merumuskan kerangka kerja konseptual yang menghubungkan stimulus teknologi ini dengan respons perilaku wisatawan melalui mediasi psikologis. Metodologi yang diterapkan adalah tinjauan literatur sistematis (Systematic Literature Review) dan sintesis teoretis terhadap studi empiris periode 2020–2025, termasuk integrasi temuan teknis dari Jurnal EduTIK serta data lanskap digital nasional terbaru. Hasil analisis menunjukkan bahwa efektivitas multimedia tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi pada strategi konten yang mampu memicu telepresence dan keterlibatan emosional. Secara spesifik, integrasi storytelling dalam video feature dan penggunaan AR markerless pada situs sejarah terbukti signifikan dalam memperkuat citra destinasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan digitalisasi pariwisata di Indonesia memerlukan sinergi antara kesiapan infrastruktur teknologi, kompetensi sumber daya manusia dalam produksi konten kreatif, dan strategi pemasaran berbasis data yang adaptif terhadap perilaku wisatawan pascapandemi.