Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi Pengaplikasian Brain Gym untuk Pemeliharaan Fungsi Kognitif pada Komunitas Lansia di Posyandu Kelurahan Mojolangu Kota Malang Fadhila Fairuz; Rakhmad Rosadi; Eleonora Elsa Sucahyo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 3 (2026): Mei
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i3.4369

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia dimana rentan mengalami penurunan fungsi kognitif yang dapat mempengaruhi daya ingat, perhatian dan kemampuan berpikir. Kurangnya pemahaman mengenai cara menjaga fungsi kognitif menjadi salah satu faktor yang dapat memperburuk kondisi. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lanisa mengenai Brain Gym serta fungsi kognitif di Posyandu Kelurahan Mojolangu RW 11, Kota Malang. Kegiatan dilakukan pada 12 partisipan berusia 60-81 tahun. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan melalui pemaparan materi dan diskusi interaktif mengenai fungs kognitif, gejala penurunan, faktor resiko serta penanganan melalui Brain Gym, dengan bantuan media leaflet. Tingkat pengetahuan diukur melalui kuesioner pre-test dan post-test sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi. Edukasi Brain Gym terbukti menjadi pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kesadaran lansia untuk memelihara fungsi kognitif di masa tua.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Pekerja Sektor Informal Pengolahan Makanan Dengan Keluhan Muskuloskeletal Pada Tulang Belakang Inayah Wahyu Widyaningrum; Rakhmad Rosadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 4 (2026): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i3.4439

Abstract

Pekerja sektor informal pengolahan makanan berisiko mengalami musculoskeletal disorders (MSDs) akibat aktivitas kerja berulang dan posisi kerja yang tidak ergonomis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) melalui edukasi ergonomi dan latihan peregangan pada pekerja yang mengalami keluhan muskuloskeletal pada tulang belakang. Kegiatan dilaksanakan pada Februari 2026 di usaha kuliner nasi goreng di Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang dengan melibatkan 10 pekerja. Metode yang digunakan meliputi identifikasi masalah, screening keluhan muskuloskeletal menggunakan Nordic Body Map (NBM), pengukuran pengetahuan K3 melalui pre-test dan post-test, pemberian edukasi ergonomi menggunakan leaflet, serta demonstrasi latihan peregangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pekerja mengenai K3 dengan sebagian besar skor post-test mencapai 100%, serta penurunan keluhan muskuloskeletal pada tulang belakang setelah dilakukan latihan peregangan. Dengan demikian, edukasi ergonomi dan latihan peregangan efektif dalam meningkatkan pengetahuan K3 dan menurunkan keluhan muskuloskeletal pada pekerja sektor informal.
Edukasi Ergonomi dan Peregangan untuk Pencegahan Gangguan Muskuloskeletal pada Pekerja Nikmatul Maghfira; Rakhmad Rosadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 2 No. 11 (2026): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v2i11.294

Abstract

Gangguan muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs) merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang sering dialami pekerja akibat aktivitas berulang, postur kerja yang tidak ergonomis, serta beban fisik yang tinggi, dengan keluhan umum pada leher, bahu, punggung, dan pergelangan tangan yang menimbulkan nyeri, kaku, dan ketidaknyamanan saat bekerja. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan upaya preventif melalui edukasi ergonomi dan latihan peregangan guna mengurangi risiko MSDs pada pekerja di Bukit Asea Interior Sidoarjo. Metode yang digunakan berupa pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan observasi, edukasi terkait postur kerja ergonomis, serta praktik langsung latihan peregangan. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen Nordic Body Map (NBM) untuk menilai keluhan muskuloskeletal dan Visual Analog Scale (VAS) untuk mengukur intensitas nyeri sebelum (pre-test) dan setelah (post-test) intervensi. Hasil pre-test menunjukkan sebagian pekerja mengalami keluhan pada area leher, bahu, dan punggung dengan tingkat nyeri ringan hingga sedang. Setelah intervensi, hasil post-test menunjukkan adanya penurunan keluhan muskuloskeletal berdasarkan skor NBM serta penurunan intensitas nyeri berdasarkan VAS. Edukasi ergonomi dan latihan peregangan terbukti memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman pekerja mengenai postur kerja yang benar serta membantu mengurangi ketegangan otot akibat aktivitas kerja. Dengan demikian, intervensi ini dapat menjadi strategi preventif yang efektif dan aplikatif dalam menurunkan risiko MSDs serta meningkatkan kesehatan dan kenyamanan kerja.