Fransiskus Geroda Mado
Universitas Nusa Cendana

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kesiapan Fasilitas Kesehatan dalam Penerapan Kelas Rawat Inap Standar Menurut Perpres Nomor 59 Tahun 2024 tentang Jaminan Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Soe Apnel Yohanis Tode; Apris A. Adu; Fransiskus Geroda Mado; Anderias Umbu Roga; Yendris K. Syamruth
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 6 (2026): Volume 6 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i6.23528

Abstract

ABSTRACT The implementation of the Standard Inpatient Class (KRIS) under Presidential Regulation No. 59 of 2024 is a national policy aimed at improving equitable access and the quality of inpatient care for all participants of the National Health Insurance (JKN). RSUD Soe, as a referral hospital in Timor Tengah Selatan Regency, is required to meet 12 KRIS criteria, including the readiness of human resources, medical equipment, and inpatient room infrastructure. This study aims to analyze the readiness of RSUD Soe in implementing KRIS according to the established standards. This research used a descriptive qualitative method. Data were collected through in-depth interviews, direct observation, and document review, and were analyzed using content analysis techniques. The results show that RSUD Soe has fulfilled several KRIS components, but several indicators still require adjustments, particularly in building infrastructure, the ratio and competency of health workers, the availability of medical equipment, and non-medical facilities. The study concludes that RSUD Soe is not yet fully ready to implement KRIS and requires phased improvements, especially in room restructuring, fulfillment of competent human resources, and upgrading medical and non-medical facilities. Keywords: Standard Inpatient Class, KRIS, National Health Insurance, RSUD Soe, Presidential Regulation 59/2024.  ABSTRAK Penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) berdasarkan Perpres Nomor 59 Tahun 2024 merupakan kebijakan nasional yang bertujuan meningkatkan pemerataan akses dan mutu pelayanan kesehatan bagi seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional. RSUD Soe sebagai rumah sakit rujukan di Kabupaten Timor Tengah Selatan dituntut untuk memenuhi 12 kriteria KRIS, yang mencakup kesiapan sumber daya manusia, alat kesehatan, serta infrastruktur ruang rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan RSUD Soe dalam mengimplementasikan KRIS sesuai standar yang ditetapkan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RSUD Soe telah memiliki sebagian komponen pendukung KRIS, namun masih terdapat beberapa indikator yang memerlukan penyesuaian, terutama pada aspek infrastruktur bangunan, rasio tenaga kesehatan, ketersediaan alat kesehatan, serta pemenuhan fasilitas non-medis sesuai standar KRIS. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa RSUD Soe belum sepenuhnya siap menerapkan KRIS dan membutuhkan perbaikan bertahap terutama terkait penataan ruang rawat, pemenuhan SDM sesuai standar kompetensi, serta pembaruan sarana dan prasarana medis maupun non-medis. Kata Kunci: Kelas Rawat Inap Standar, KRIS, JKN, RSUD Soe, Perpres 59/2024.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kesejahteraan Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang Sandri Triesa Dastri Frans; Serlie K.A. Littik; Yendris Krisno Syamruth; Fransiskus Geroda Mado; Imelda F.E Manurung
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 7 (2026): Volume 6 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i7.23654

Abstract

ABSTRAK Perawat jumlahnya terbesar dirumah sakit yakni sekitar 40% - 60%, dan mempunyai peran fundamental yang luas selama 24 jam sehari di rumah sakit. perawat harus di perhatikan kesejahteraannya secara subjektif, psikologis dansosial agar dapat melakukan pekerjaannya dengan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan perawat yakni beban kerja, imbalan, lingkungan kerja dan hubungan interpersonal. Metode penelitian menggunakan desain cross sectional, dilakukan pada bulan Mei 2025. Sampel penelitian sebanyak 66 perawat dengan pengumpulan data menggunakan kuisioner dan dianalisa menggunakan uji regresi ordinal. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar perawat memiliki tingkat kesejahteraan yang sejahtera 74,2%, beban kerja sedang 45,5%, imbalan sedang 45,5%, lingkungan kerja baik 93,9% dan hubungan interpersonal yang baik 100%. Faktor yang mempengaruhi kesejahteraan perawat yakni faktor beban kerja (0,000 0,05) dan faktor imbalan (0,006 0,05). Faktor yang paling dominan mempengaruhi kesejahteraan perawat adalah faktor imbalan dengan nilai OR 1,712, yang berarti perawat dengan imbalan lebih tinggi memiliki kemungkinan memperoleh kesejahteraan 1,712 kali lebih tinggi. Rekomendasi yang diajukan adalah manajamen rumah sakit dapat secara rutin mengevaluasi dan menyesuaikan sistem imbalan gaji, tunjangan dan jasa dengan pembagian secara adil sesuai dengan beban kerja untuk meningkatkan kesejahteraan subjektif, psikologis dan sosial perawat. Kata Kunci: Beban Kerja, Hubungan Interpersonal, Imbalan, Kesejahteraan, Lingkungan Kerja, Perawat.  ABSTRACT Nurses make up the largest number of staff in hospitals, approximately 40% - 60%, and they play a broad fundamental role 24 hours a day in hospitals. Nurses' well-being must be taken care of so that they can perform their duties optimally. This study aims to analyze the influence of factors affecting nurses' well-being, namely workload, rewards, work environment, and interpersonal relationships. The research method used a cross-sectional design, conducted in May 2025. The study sample consisted of 66 nurses, with data collection using questionnaires and analysis using ordinal regression tests. The research results show that the majority of nurses have a prosperous level of well-being at 74.2%, a moderate workload at 45.5%, moderate rewards at 45.5%, a good work environment at 93.9%, and good interpersonal relationships at 100%. Factors that affect nurses' well-being are workload factors (0.000 0.05) and reward factors (0.006 0.05). The factor that most dominantly affects nurses' well-being is the reward factor with an OR value of 1.712, meaning that nurses with higher rewards are 1.712 times more likely to achieve well-being. The recommended action is that hospital management can routinely evaluate and adjust the salary, allowance, and service reward systems fairly according to workload distribution to improve nurses' subjective, psychological, and social well-being. Keywords: Interpersonal Relationships, Nurse, Reward, Well-Being, Workload, Work Environment.
Evaluasi Kesiapan Puskesmas dalam Era JKN Terhadap Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di Kabupaten Timor Tengah Selatan Maria Irena Faot; Yendris Krisno Syamruth; Fransiskus Geroda Mado; Anderias Umbu Roga; Imelda F.E Manurung
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 9 (2026): Volume 8 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i9.26003

Abstract

ABSTRACT Community Health Centers as primary healthcare facilities play an important role in supporting and improving public health including dental and oral health by providing high-quality healthcare services, particularly in delivering optimal services for communities within their working areas. Service quality is a key indicator influencing the community’s willingness to utilize healthcare services at Community Health Centers. This study aimed to analyze the readiness of Community Health Centers in the National Health Insurance toward the utilization of dental and oral health services in South Central Timor Regency. This study employed a quantitative research design and was conducted during February 2026. A total of 49 respondents were selected using a simple random sampling technique. Bivariate analysis using the Chi-Square test showed that there was no significant influence of the service system and regulations on service utilization (p = 0.366). However, there was a significant influence of the availability of healthcare personnel on service utilization (p = 0.049), the availability of facilities and infrastructure on healthcare service utilization (p = 0.039), and the availability of service types on healthcare service utilization (p = 0.012). Furthermore, multivariate analysis using ordinal regression demonstrated that the greater the readiness of facilities and infrastructure, the higher the utilization of healthcare services, while lower readiness in service types was associated with lower utilization. Overall, this study indicates that the service system and regulations had no significant influence on healthcare service utilization, while the availability of healthcare personnel, facilities and infrastructure, and service types significantly influenced the utilization of dental and oral health services. To improve the utilization of dental and oral health services at Community Health Centers in South Central Timor Regency, equitable distribution of healthcare personnel, adequate provision of facilities and infrastructure, and expansion of dental and oral healthcare service types are required. Keywords: Community Health Center Readiness, National Health Insurance, Dental and Oral Health Services.  ABSTRAK Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama berperan penting dalam mendukung dan meningkatkan kesehatan umum termasuk kesehatan gigi dan mulut dengan memberikan pelayanan yang berkualitas tinggi, terutama dalam menyediakan pelayanan yang optimal bagi masyarakat di wilayah kerjanya. Kualitas pelayanan menjadi indikator utama agar masyarakat mau mengakses pelayanan kesehatan di puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan puskesmas di era JKN terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dilakukan selama bulan Februari 2026, jumlah sampel 49 responden dipilih dengan teknik simple random sampling. Uji bivariat menggunakan Chi-Square yang diperoleh tidak ada pengaruh system pelayanan dan regulasi terhadap pemanfaatan pelayanan dengan p=0.366, ada pengaruh ketersediaan tenaga kesehatan dengan pemanfaatan pelayanan p=0.049, ada pengaruh ketersediaan sarana prasarana terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan p=0.039 dan ada pengaruh ketersediaan jenis pelayanan terhadap pemanfaatan pelayanan p=0.012. Sementara itu multivariat menggunakan regresi ordinal hasilnya menunjukkan semakin siap ketersediaan sarana prasarana semakin tinggi pemanfaatan pelayanan kesehatan, semakin tidak siap ketersediaan jenis pelayanan semakin rendah pemanfaatan pelayanan kesehatan. Secara keseluruhan penelitian ini menunjukkan tidak ada pengaruh system pelayanan dan regulasi terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan dan ada pengaruh ketersediaan tenaga kesehatan, sarana prasarana dan jenis pelayanan terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan. Untuk meningkatkan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut puskesmas yang ada di Kabupaten Timor Tengah Selatan perlu adanya pemerataan tenaga kesehatan, perlu adanya pemenuhan ketersediaan sarana prasarana dan penambahan jenis pelayanan kesehatan gigi dan mulut di puskesmas. Kata Kunci: Kesiapan Puskesmas, Jaminan Kesehatan Nasional, Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut.