Abd Rakhim Nanda
Teknik Pengairan, Universitas Muhammadiyah Makassar, Makassar, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimasi Kinerja Arsitektur CNN Ringan Menggunakan Pendekatan Bayesian untuk Identifikasi Skrip Bima Dayang Aisyah; Muhammad Faisal; Lukman Anas; Abd Rakhim Nanda; Syadiah Nor Wan Shamsuddin; Muhammad Syafaat S. Kuba
Buletin Sistem Informasi dan Teknologi Islam (BUSITI) Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/busiti.v7i2.3462

Abstract

Identifikasi aksara daerah penting untuk mendukung pelestarian budaya digital, namun masih terkendala keterbatasan dataset, kemiripan karakter, dan kebutuhan model yang efisien. Penelitian ini mengoptimasi arsitektur Lightweight CNN menggunakan Bayesian Optimization untuk identifikasi aksara Bima. Dataset terdiri atas 6.190 citra aksara Bima dalam 44 kelas, mencakup aksara Bima baru dan lama. Model menggunakan MobileNetV3-Large sebagai backbone dengan optimasi learning rate, dropout, batch size, dan konfigurasi fine-tuning melalui Tree-structured Parzen Estimator. Hasil eksperimen menunjukkan accuracy 93,06%, precision 92,26%, recall 92,55%, dan F1-score 91,91%, lebih unggul dibanding machine learning tradisional, CNN konvensional, dan beberapa CNN ringan modern. Target accuracy 90% dicapai pada trial keempat. Dengan 3.253.676 parameter dan waktu inferensi 63,35 ms per citra, model ini terbukti akurat, efisien, dan berpotensi diterapkan pada digitalisasi manuskrip serta OCR aksara daerah.
A Calibrated ROI-Aware Hybrid CNN-Transformer for Kidney Stone Presence Classification on Heterogeneous Axial CT Images Muh Ilham Akbar; Muhammad Faisal; Desi Anggraeni; Abd Rakhim Nanda; Try Gustaf Said; Muhammad Syafaat S. Kuba
Buletin Sistem Informasi dan Teknologi Islam (BUSITI) Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/busiti.v7i2.3463

Abstract

Batu ginjal merupakan penyebab umum nyeri pinggang akut, dan CT non-kontras menjadi standar referensi untuk mendeteksi kalkulus. Pada penelitian ini, istilah heterogen merujuk pada variasi protokol akuisisi antarrumah sakit, seperti perbedaan dosis radiasi, ketebalan irisan, rekonstruksi, dan bidang pandang, yang dapat mengubah tampilan citra serta menurunkan konsistensi pembacaan. Penelitian ini mengusulkan model hibrida CNN-Transformer yang sadar ROI (implisit) untuk klasifikasi keberadaan batu ginjal pada citra CT aksial heterogen. Arsitektur menggabungkan EfficientNet-B3, encoder Transformer ringan, dan Convolutional Block Attention Module (CBAM) tanpa anotasi ROI manual. Dataset terdiri dari 3.364 citra (1.577 batu, 1.787 non-batu) dengan pemisahan bertingkat 70/15/15. Evaluasi mencakup akurasi, presisi, sensitivitas, spesifisitas, F1, ROC-AUC, PR-AUC, inspeksi kalibrasi, dan audit Grad-CAM. Hasil menunjukkan bahwa penambahan Transformer meningkatkan kinerja dibanding baseline CNN, sedangkan CBAM menggeser profil kesalahan ke sensitivitas yang lebih tinggi. Varian Hybrid+Attention mencapai akurasi 0,9861, F1 0,9851, dan ROC-AUC 0,9967 pada set uji, dengan jumlah negatif palsu lebih rendah dibanding varian hibrida tanpa perhatian. Temuan ini menunjukkan potensi model sebagai alat bantu dokter untuk triase dan pembacaan awal yang lebih konsisten pada data lintas protokol, meskipun validasi eksternal, pemisahan berbasis pasien, dan metrik kalibrasi kuantitatif masih diperlukan sebelum klaim kesiapan klinis.
Analisis Perbandingan Kinerja Arsitektur CNN VGG19, ResNet50, EfficientNetB0, dan MobileNetV2 untuk Deteksi Wajah Asli dan Wajah Buatan AI Erika Yanti; Muhammad Faisal; Titin Wahyuni; Abd Rakhim Nanda; Nurnawaty Nurnawaty; Rizki Yusliana Bakti
Buletin Sistem Informasi dan Teknologi Islam (BUSITI) Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/busiti.v7i2.3465

Abstract

Perkembangan Generative Artificial Intelligence (GenAI) memungkinkan pembuatan citra wajah sintetis yang sangat menyerupai wajah asli, sehingga menimbulkan tantangan terhadap keaslian informasi digital, privasi, dan keamanan identitas. Penelitian ini mengevaluasi kinerja empat arsitektur Convolutional Neural Network (CNN), yaitu VGG19, ResNet50, EfficientNetB0, dan MobileNetV2, dalam klasifikasi wajah asli dan wajah hasil generasi AI. Dataset yang digunakan adalah HFD-8000 yang terdiri atas 8.000 citra wajah dengan skenario klasifikasi biner. Tahapan penelitian meliputi prapemrosesan data, pembagian dataset, augmentasi, penanganan ketidakseimbangan kelas, serta pelatihan model menggunakan transfer learning. Evaluasi dilakukan menggunakan accuracy, precision, recall, F1-score, ROC-AUC, dan confusion matrix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ResNet50 dan VGG19 memperoleh performa terbaik dengan akurasi 99,50% dan macro F1-score 99,22%. EfficientNetB0 mencapai akurasi 97,83% dan F1-score 96,61%, sedangkan MobileNetV2 memperoleh akurasi 92,58% dan F1-score 86,40%. Secara keseluruhan, ResNet50 menjadi model paling optimal karena menunjukkan keseimbangan antara akurasi, stabilitas, efisiensi, dan keandalan dalam klasifikasi wajah asli dan sintetis.