Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS KESENJANGAN SOPAN SANTUN SANTRI TPA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER ISLAM Chairullah; Aulia Rahmi; Eka Mayasari; Nurliza Zuhra; Muliana
Journal of Education and Learning Sciences Vol. 6 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : CV. Gerasi Insan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56404/jels.v6i1.290

Abstract

This research aims to analyze the gap in the politeness of TPA students in the implementation of character education. The background of this research is based on the finding that the polite behavior of TPA students does not fully reflect the character values taught in Islam. This research uses a qualitative approach with a field research type. Data were collected thru interviews, observations, and documentation, then analyzed thru the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research results show that character education has been implemented thru habituation, the enforcement of regulations, and the provision of advice on the importance of manners to teachers and fellow students. However, this study also found a gap between the values taught and the behavior of students in daily interactions, both toward teachers and fellow peers. The gap is influenced by the child's internal factors, the consistency of habituation, and the impact of the external environment. These findings indicate that character formation cannot be achieved instantly, but rather requires continuity, consistency, and collaboration between TPA (Islamic Education Centers) and parents in reinforcing the internalization of polite values.
Internalisasi Nilai-nilai Syariat Islam dalam Menutup Aurat pada Anak Usia Dini di Lembaga PIAUD Syafrizal Syafrizal; Aulia Rahmi; Chairullah; Nurliza Zuhra; Yunita Ningsih
Scientific Journal for Nation Building Vol. 1 No. 3 (2025): Scientific Journal for Nation Building
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66155/1gmb4x98

Abstract

Tulisan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman nilai-nilai syariat Islam sejak dini, khususnya dalam aspek menutup aurat yang merupakan bagian dari identitas, akhlak, dan moralitas anak muslim. Lembaga Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) memiliki peran strategis dalam membimbing, membiasakan, serta menginternalisasikan nilai-nilai syariat Islam secara sistematis dan berkesinambungan melalui kegiatan pembelajaran, pembiasaan, dan keteladanan. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mendeskripsikan proses internalisasi nilai-nilai syariat Islam dalam menutup aurat pada anak usia dini di Lembaga PIAUD, mencakup strategi guru, media pembelajaran, lingkungan yang mendukung, serta respon anak dalam keseharian. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi lapangan (field research). Subjek penelitian meliputi guru PIAUD, peserta didik, serta dukungan orang tua. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai menutup aurat dilakukan melalui tiga pendekatan utama: (1) pembiasaan, seperti mengenakan pakaian yang sesuai syariat setiap hari; (2) keteladanan guru yang konsisten berbusana islami; dan (3) pembelajaran kontekstual melalui cerita, nyanyian islami, serta kegiatan praktik. Anak menunjukkan respon positif berupa keterbiasaan mengenakan busana sesuai syariat, munculnya rasa malu saat membuka aurat, dan tumbuhnya kesadaran bahwa menutup aurat adalah bagian dari ibadah. Kesimpulannya, internalisasi nilai-nilai syariat Islam dalam menutup aurat pada anak usia dini di Lembaga PIAUD tidak hanya membentuk kebiasaan berbusana islami, tetapi juga menumbuhkan karakter religius, disiplin, dan rasa tanggung jawab terhadap ajaran agama. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan usia dini merupakan fase emas untuk menanamkan nilai syariat Islam, sehingga peran guru dan lingkungan pendidikan menjadi kunci keberhasilan pembentukan generasi muslim yang berakhlak mulia.
Pendidikan Karakter di Peguruan Tinggi Era Gen-Z Syafrizal; Chairullah; Nurliza Zuhra
Journal of Islamic Education and Law Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Islamic Education and Law
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66155/m8jcay89

Abstract

Era Gen-Z ditandai dengan kemajuan teknologi yang pesat, perubahan gaya hidup, serta pola pikir yang lebih terbuka dan kritis. Generasi ini mendominasi populasi mahasiswa di perguruan tinggi umum saat ini, sehingga pendidikan karakter menjadi tantangan sekaligus kebutuhan yang mendesak. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya pendidikan karakter di perguruan tinggi umum dalam membentuk pribadi mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian sosial. Melalui pendekatan studi ini mengeksplorasi strategi-strategi yang diterapkan oleh perguruan tinggi dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada mahasiswa Gen-Z, serta hambatan-hambatan yang dihadapi dalam proses tersebut. Hasil tulisan ini menunjukkan bahwa integrasi pendidikan karakter dalam kurikulum, kegiatan organisasi kemahasiswaan, dan pemanfaatan media digital memiliki pengaruh positif terhadap pembentukan karakter mahasiswa. Namun demikian, keberhasilan pendidikan karakter sangat bergantung pada konsistensi implementasi, peran aktif dosen, serta dukungan lingkungan kampus secara keseluruhan termasuk unsur-unsur pendidikan didalamnya yang merupakan salah satu efek utama dari peradaban era society 5.0. Serta sektor pendidikan harus mampu beradaptasi dengan digitalisasi sistem pendidikan yang berkembang akibat kemajuan teknologi yang begitu cepat dan signifikan. Agar tantangan masyarakat era society 5.0 dapat sesuai, maka harus direncanakan dan dikemas secara matang. Tulisan ini merekomendasikan perlunya model pendidikan karakter yang adaptif, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik Gen-Z agar dapat memberikan dampak yang optimal serta penerimaan masyarakat atas kehadiran kembali mahasiswa ditengah-tengah lingkungan sosial.