T.M. Jamil
Universitas Syiah Kuala

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendapatan Petani Kopi dan Peran Tengkulak di Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah Salma Tiara; Musfiana Musfiana; T.M. Jamil; Ruaida Ruaida; Sakdiyah Sakdiyah; Achmad Mustofa
Neraca: Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol. 11 No. 2 (2026): Neraca: Jurnal Pendidikan Ekonomi
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/neraca.v11i2.12699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran tengkulak terhadap petani kopi, pertimbangan petani kopi menjual hasil panen kepada tengkulak, serta dampak penjualan kopi kepada tengkulak bagi petani kopi. Subjek pada penelitian adalah petani kopi yang terikat dengan tengkulak sedangkan objek pada penelitian ini adalah praktik tengkulak dalam penetapan harga kopi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam kepada 10 orang petani kopi dan 3 tengkulak yang dipilih sebagai responden. Data dianalisis secara naratif untuk menggambarkan fenomena yang terjadi di lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama tengkulak berperan penting dalam sistem pemasaran kopi sebagai penyedia modal, sebagai pembeli tetap, pembeli hasil panen, penentu harga, dan sekaligus perantara distribusi. Kedua, pertimbangan utama petani kopi menjual kepada tengkulak adalah petani merasa diuntungkan karena kemudahan, kecepatan dan tanpa biaya tambahan, kesepakatan lisan mengikat petani kepada tengkulak, ikatan utang menjadi faktor pengikat penjualan, faktor sosial dan budaya dalam relasi petani kopi dan tengkulak dan hubungan kepercayaan menjadi landasan transaksi dan juga menjual kepada tengkulak karena faktor keadaan bukan karena menguntungkan harga. Ketiga, penjualan kopi kepada tengkulak memberikan dampak keterbatasan menjual kepada pihak lain, ketidakstabilan harga kopi yang diterima petani, pemotongan utang hasil penjualan dan pendapatan bersih yang rendah. Mengingat temuan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa keberadaan tengkulak berperan sentral sekaligus memperkuat ketergantungan ekonomi petani. Sehingga diperlukan penguatan kelembagaan koperasi dan akses pasar alternatif untuk meningkatkan kesejahteraan petani kopi.