Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IDENTIFIKASI FAKTOR MINAT KUNJUNGAN WISATAWAN DI DESA BUDAYA BAWOMATALUO Nova Bernedeta Sitorus; Muhammad Khadry; Aisyah Syakirah; Bryant Ekklesia Sembiring; Ikma Laras Wati; M Adlin Nasution; Nabila Balqis; Novayanti Siregar
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 2 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i2.1165

Abstract

AbstractThis study aims to identify the factors that form tourist’s interest in visiting cultural tourism in Bawomataluo Village, South Nias Regency. The factors analyzed include tourist attractions, accessibility, tourism facilities, tourism information and tourism costs. This study employed a quantitative approach with data collected through questionnaires distributed to 83 tourists who had visited or were visiting Bawomataluo Village, selected using simple random sampling. The data were analyzed using factor analysis to identify the dominant factors that constitute tourist’s visiting interest. The results indicated that all five variables, tourist attractions, accessibility, tourism facilities, tourism information and tourism costs, were identified as factors that form tourist’s interest in visiting cultural tourism in Bawomataluo Village. Based on factor loadings in the component matrix, tourism facilities and accessibility emerged as the most dominant factors, followed by tourism costs, tourism information and tourist attractions. This study is expected to provide input for destination managers and stakeholders in formulating more effective cultural tourism development strategies.Keywords: Cultural Tourism; Tourist Interest; Accessibility; Tourism Facilities; Factor AnalysisAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang membentuk minat wisatawan dalam mengunjungi wisata budaya di Desa Bawomataluo, Kabupaten Nias Selatan. Faktor-faktor yang dianalisis meliputi daya tarik wisata, aksesibilitas, fasilitas pariwisata, informasi wisata, serta tarif atau biaya wisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 83 responden yang merupakan wisatawan yang sedang atau pernah berkunjung ke Desa Bawomataluo, dan dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dianalisis menggunakan analisis faktor untuk mengidentifikasi faktor dominan yang membentuk minat wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima variabel yang diteliti, daya tarik wisata, aksesibilitas, fasilitas pariwisata, informasi wisata, dan tarif atau biaya wisata, teridentifikasi sebagai faktor yang membentuk minat wisatawan dalam mengunjungi wisata budaya di Desa Bawomataluo. Berdasarkan nilai loading faktor pada component matrix, fasilitas pariwisata dan aksesibilitas merupakan faktor yang paling dominan, diikuti tarif atau biaya wisata, informasi wisata, dan daya tarik wisata. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengelola destinasi dan pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi pengembangan wisata budaya yang lebih efektif.Kata kunci: Wisata Budaya; Minat Wisatawan; Aksesibilitas; Fasilitas Pariwisata; Analisis Faktor
PENGUATAN KOMPETENSI MASYARAKAT DESA WISATA BAWOMATALUO DALAM PENGELOLAAN PELAYANAN WISATA BERBASIS HOSPITALITY DAN SAPTA PESONA Nova Bernedeta Sitorus; Muhammad Khadry; Nabila Balqis; Ikma Laras Wati; Aisyah Syakirah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.59893

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat dalam pengelolaan pelayanan wisata berbasis hospitality dan Sapta Pesona di Desa Wisata Bawomataluo. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 22 April 2026 di Balai Desa Bawomataluo dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM lokal, pengrajin, pemandu wisata, serta masyarakat sekitar kawasan wisata lompat batu. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sosialisasi materi hospitality dan Sapta Pesona, diskusi, tanya jawab, praktik langsung, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Materi hospitality difokuskan pada peningkatan sikap ramah, sopan, dan pelayanan wisata yang profesional, sedangkan materi Sapta Pesona menekankan penerapan unsur aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan dalam pengelolaan desa wisata. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang signifikan. Rata-rata pemahaman peserta meningkat dari 37,6% pada saat pre-test menjadi 90,5% pada saat post-test dengan peningkatan sebesar 52,9%. Selain itu, peserta menunjukkan respon positif melalui keterlibatan aktif dalam diskusi dan praktik pelayanan wisata. Kegiatan ini diharapkan mampu mendukung pengembangan pelayanan wisata yang berkualitas dan berkelanjutan di Desa Wisata Bawomataluo.