Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penguatan Ekonomi Lokal Melalui Branding UMKM Teripang di Pulau Ladi Desa Tembeling Renaldi Anicetus Simbolon; Dimas Saputra; Ariza Zahwa; Rangga Sektiawan Doni; Nandha Okta Jesmita; Novia Anjelly; Zhakky Ardiansyah Ahmad; Zumarni; Shoofi Rahmawati; Hamdani; Cindytia Prastari
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v5i2.2300

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 7, Universitas Maritim Raja Ali Haji dilaksanakan di Desa Tembeling dengan tema “Penguatan Ekonomi Lokal”. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh potensi teripang yang belum dioptimalkan pelaku UMKM akibat keterbatasan pengetahuan mengenai branding dan pemasaran modern. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan kapasitas mitra dalam memasarkan teripang melalui pendekatan branding. Mitra kegiatan adalah Pak Yusyadi, pelaku UMKM teripang di Desa Tembeling. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui observasi, wawancara dan sosialisasi dan pendampingan secara langsung. Hasil kegiatan menunjukkan pemahaman mitra mengenai branding yang ditandai dengan pembuatan logo usaha, banner, pendaftaran lokasi di Google Maps, dan pembuatan akun media social. Kelompok KKN 7 juga memproduksi konten promosi di TikTok, dengan dua video berhasil masuk FYP dan meraih interaksi tinggi. Mitra menunjukkan antusiasme dan berkomitmen pada sistem ekonomi pesisir berkelanjutan, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberdayakan masyrakat kepulauan melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Pengolahan Limbah Cangkang Gonggong melalui Sosialisasi dan Pelatihan Lingkungan Siswa Desa Pengujan: Pengabdian Triana Sri Ramadhani; Sri Puji Astuti Nainggolan; Maulina Rizky Cahyani; Martogi Jefri Rizki Panjaitan; Cindy Utari; Nur Nadia Putri; Mutazar; ⁠Suci Khairiyah Putri; Melita Paulina Manalu; ⁠Khansa Salsabila; Cindytia Prastari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5893

Abstract

Gonggong (Laevistrombus turturella dan Laevistrombus canarium) merupakan komoditas maritim unggulan di Kabupaten Bintan. Namun, tingginya konsumsi menyebabkan penumpukan limbah cangkang yang mencemari lingkungan pesisir Desa Pengujan. Program ini bertujuan menumbuhkan kesadaran lingkungan dan ekonomi kreatif siswa SDN 004 Teluk Bintan melalui daur ulang cangkang. Metode meliputi sosialisasi interaktif, demonstrasi, dan workshop praktis bagi 86 siswa. Kegiatan terbagi dua: 56 siswa membuat gantungan kunci di luar ruangan, dan 30 siswa membuat vas bunga di dalam ruangan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman pengelolaan limbah serta keterampilan kerajinan. Inisiatif ini mengubah persepsi cangkang dari polutan menjadi produk estetis fungsional, meletakkan fondasi perlindungan ekosistem pesisir dan pariwisata lokal.
Karakteristik Edible Film Berbasis Agar (Geledium sp.) Dan Tepung Tapioka Dengan Persentase Agar Yang Berbeda Kartika Dewi; Dhea Widyaningsih; Eka Nurrahema Ning Asih; Insafitri Insafitri; Cindytia Prastari
Juvenil Vol 6, No 4: November (2025)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v6i4.31920

Abstract

ABSTRAKTepung tapioka merupakan salah satu bahan hidrokoloid dalam pembuatan edible film namun memiliki sifat gel yang lemah dan mudah robek sehingga perlu penambahan agar (Gelidium sp.). Penambahan agar dalam pembuatan edible film berbasis tepung tapioka bertujuan agar edible film yang dihasilkan memiliki karakteristik yang sesuai. Penelitian ini bertujuan mengetahui konsentrasi agar terbaik sebagai polisakarida tambahan untuk memperbaiki nilai kuat tarik pada edible film berbahan tepung tapioka.  Perlakuan yang diberikan berupa perbedaan konsentrasi agar, yaitu P1= 0,12%, P2= 0,14%, dan P3= 0,16%. Karakteristik yang di uji berupa ketebalan, water vapor transmission rate (WVTR), kuat tarik, kadar air, dan kelarutan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam satu arah (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan perbedaan konsentrasi agar pada edible film berbeda nyata terhadap ketebalan sebesar 0,042-0,52 mm, kuat tarik sebesar 15,39-21,43 MPa, tetapi tidak berbeda nyata terhadap water vapor transmission rate (WVTR), kadar air, dan kelarutan. Formulasi P3 menghasilkan karakteristik edible film terbaik. Perlakuan ini menunjukkan kuat tarik tertinggi (21,43 MPa), WVTR terendah (3,84 g/m²/hari), serta nilai ketebalan, kadar air, dan kelarutan yang masih dalam batas ideal karakteristik edible film. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi tepung tapioka dan agar memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan kemasan ramah lingkungan yang aplikatif pada industri pangan.Kata kunci: kelarutan, ketebalan, kuat tarik, water vapor transmission rate (WVTR)ABSTRACTTapioca flour, a hydrocolloid substance utilized in the production of edible films, possesses limited gelling capabilities and is prone to tearing; hence, the addition of agar (Gelidium sp.) is required. The addition of agar in the process of making tapioca flour-based edible films aims to ensure that the edible film possesses the desirable qualities. This research aims to determine the optimal concentration of agar as an additive polysaccharide to improve the tensile strength of edible films made from tapioca flour. The given treatments consisted of varying agar concentrations: P1 = 0.12%, P2 = 0.14%, and P3 = 0.16%. The evaluated characteristics included thickness, water vapor transmission rate (WVTR), tensile strength, moisture content, and solubility. The data obtained were analysed using one-way ANOVA (analysis of variance). The research results showed that different agar concentrations in edible films significantly affected thickness (0.042-0.52 mm) and tensile strength (15.39-21.43 MPa), but did not significantly affect water vapour transmission rate (WVTR), moisture content, and solubility. Formulation P3 produced the best edible film characteristics. This treatment showed the highest tensile strength (21.43 MPa), the lowest WVTR (3.84 g/m²/day). Thickness, moisture content, and solubility values were all within the optimal ranges for edible film properties.Keywords: solubility, tensile strength, thickness, water vapor transmission rate (WVTR)