Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk kolaborasi Public Relations berbasis kearifan lokal antara pemerintah, komunitas adat, dan pelaku wisata dalam mempromosikan Kampung Adat Sikka sebagai destinasi pariwisata budaya berkelanjutan. Kampung Adat Sikka merupakan salah satu representasi identitas budaya masyarakat Sikka yang memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya melalui rumah adat, tenun ikat, ritual adat, dan nilai-nilai kehidupan masyarakat lokal. Namun demikian, promosi destinasi masih menghadapi tantangan berupa belum optimalnya sinergi antarpemangku kepentingan, keterbatasan strategi komunikasi terpadu, serta belum maksimalnya pemanfaatan media digital dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus (Setiawan dkk, 2025). Informan penelitian terdiri atas Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka, pemerintah desa, tokoh adat, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelaku UMKM, pelaku wisata, dan wisatawan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan promosi Kampung Adat Sikka dipengaruhi oleh kolaborasi Public Relations yang mengintegrasikan komunikasi pemerintah, partisipasi komunitas adat, pelibatan pelaku wisata, dan pemanfaatan media digital dengan tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal. Penelitian menghasilkan model Kolaborasi Public Relations Berbasis Kearifan Lokal yang terdiri atas empat dimensi utama, yaitu komunikasi kolaboratif, pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, dan promosi digital berkelanjutan.