Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kimia untuk Masa Depan: Pengenalan dan Pelatihan Konsep Kimia melalui Eksperimen Sederhana untuk Membangun Self-Efficacy Anak-Anak Panti Asuhan: Chemistry for the Future: Introduction and Training Program on the Concepts of Chemistry through Simple Experiment to Build Self-Efficacy for Orphan Children Agustina Simorangkir; Penike Marice Ester Rerei; M. Raidil Raidil; Mariana Nensi; Ermia Hidayanti
DARMADIKSANI Vol 6 No 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i2.9817

Abstract

Ilmu kimia sebagai bagian fundamental dari sains memiliki peran penting dalam pembangunan sumber daya manusia, namun anak-anak panti asuhan kerap menghadapi keterbatasan akses terhadap pengalaman belajar sains yang bermakna sehingga menimbulkan persepsi bahwa kimia adalah mata pelajaran yang sulit dan tidak menarik, yang pada akhirnya berdampak pada rendahnya efikasi diri (self-efficacy) mereka dalam bidang tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan membangun efikasi diri anak-anak panti asuhan melalui pengenalan konsep dasar kimia secara menyenangkan dan aplikatif. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan experiential learning (learning by doing) melalui serangkaian eksperimen kimia sederhana yang aman, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, disertai pendampingan interaktif dan suasana belajar yang suportif. Metode ini dirancang untuk mendorong partisipasi aktif, rasa ingin tahu, serta keberanian anak dalam mencoba, bertanya, dan menjelaskan kembali konsep yang dipelajari. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan antusiasme, keterlibatan, dan kepercayaan diri peserta dalam memahami konsep dasar kimia, serta berkembangnya sikap positif terhadap pembelajaran sains. Dengan demikian, pengenalan kimia melalui eksperimen sederhana berbasis experiential learning efektif sebagai strategi membangun efikasi diri sekaligus menumbuhkan motivasi, ketekunan, dan minat anak-anak panti asuhan terhadap bidang STEM sebagai bekal masa depan.  
Penguatan Karakter Anak melalui Kegiatan Edukatif dan Bermain pada Anak-Anak Panti Asuhan: Strengthening the Children’s Character through Educational and Play-Based Activities for Orphan Children M. Raidil Raidil; Ina Kristina Wandagau; Agustina Simorangkir; Mariana Nensi; Yudhi Priyatmo
DARMADIKSANI Vol 6 No 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i2.9928

Abstract

Anak-anak yang tinggal di panti asuhan menghadapi tantangan dalam pembinaan karakter akibat keterbatasan bimbingan personal dan minimnya pembelajaran partisipatif yang terstruktur. Kondisi ini berpotensi menghambat perkembangan sosial-emosional dan internalisasi nilai moral apabila tidak ditangani melalui pendekatan yang kontekstual dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan model permainan edukatif berbasis pengalaman sosial untuk memperkuat karakter anak panti asuhan. Program PkM ini melibatkan 15 peserta dan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, perancangan permainan berbasis empati, kerja sama, tanggung jawab, kejujuran, dan kedisiplinan, pelaksanaan aktivitas kelompok, refleksi terstruktur, serta evaluasi menggunakan angket penilaian karakter yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui perhitungan persentase capaian kategori. Hasil menunjukkan bahwa 80% peserta berada pada kategori sangat baik dan 20% pada kategori baik, tanpa peserta pada kategori kurang. Selain peningkatan capaian karakter, kegiatan juga memperkuat partisipasi aktif, interaksi sosial, dan kesadaran tanggung jawab kolektif. Kebaruan kegiatan ini terletak pada integrasi permainan berbasis nilai, refleksi moral terstruktur, dan pengembangan modul aplikatif yang memungkinkan keberlanjutan program oleh pengasuh. Temuan ini menegaskan bahwa model permainan edukatif berbasis pengalaman sosial efektif dalam mendorong internalisasi nilai karakter secara lebih mendalam dan berkelanjutan di lingkungan panti asuhan. Implikasinya, model ini berpotensi direplikasi sebagai strategi pembinaan karakter yang sistematis dan kontekstual di lembaga sosial sejenis.