Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Menabung Dini melalui Celengan Botol Bekas untuk Meningkatkan Kebiasaan Menabung Siswa SD Islam Paropo: Socialization Program on Promoting Early Saving Habits through Recycled Plastic Bottle Piggy Banks among Students of SD Islam Paropo Syarifah Nur Fajrin; Nadia Nafisa Nuraqila; Nur Anugrah Safar; Rabiatul Adawiah
DARMADIKSANI Vol 6 No 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i2.10430

Abstract

Kebiasaan menabung sejak dini merupakan salah satu upaya penting dalam membentuk sikap disiplin, hemat, dan tanggung jawab siswa dalam mengelola uang saku. Namun, kebiasaan menabung pada siswa sekolah dasar masih tergolong rendah karena kurangnya pemahaman mengenai pentingnya menabung serta minimnya pembelajaran yang bersifat praktis dan menarik. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan motivasi siswa dalam membiasakan perilaku menabung melalui sosialisasi dan praktik pembuatan celengan dari botol bekas. Program dilaksanakan di SD Islam Paropo, kecamatan Panakkukang, kota Makassar dengan melibatkan siswa kelas IV sebagai peserta. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelaksanaan program diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya menabung sejak dini, kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan dan menghias celengan dari botol bekas sebagai media pembelajaran yang kreatif dan kontekstual. Evaluasi dilakukan melalui observasi, angket sederhana, dan wawancara untuk mengetahui tingkat partisipasi, pemahaman, dan respons siswa terhadap program yang dilaksanakan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias dan aktif. Setelah mengikuti sosialisasi dan praktik pembuatan celengan, sebagian besar siswa menunjukkan peningkatan motivasi untuk mulai menabung secara rutin. Program ini juga mampu meningkatkan kreativitas siswa serta memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Dengan demikian, sosialisasi menabung melalui praktik pembuatan celengan dari botol bekas efektif dalam meningkatkan pemahaman dan motivasi siswa untuk membiasakan perilaku menabung sejak dini.
KOMPONEN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR Aisyah Zahira; Rahma Ashari Hamzah; Rizkyanti Putri; Nabila Hikaya; Nur Anugrah Safar; Ahmad Farid Wajdi
Reduplikasi: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 5, No 2 (2025): (Desember 2025)
Publisher : Pascasarjana, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/rjppbi.v5i2.3006

Abstract

Kajian ini menelusuri secara komprehensif komponen-komponen utama dalam sistem pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar, mencakup aspek tujuan, peserta didik, peran guru, materi, metode, media, serta evaluasi. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana keterpaduan setiap elemen tersebut dapat menciptakan proses pembelajaran yang efektif, bermakna, dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Berdasarkan hasil analisis literatur, diperoleh pemahaman bahwa keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh hubungan sinergis antara guru yang kreatif dan inovatif sebagai fasilitator, materi pembelajaran yang relevan dengan konteks kehidupan siswa, serta penggunaan metode dan media yang bervariasi. Selain itu, sistem evaluasi yang berkesinambungan juga menjadi faktor penting dalam menilai perkembangan kemampuan siswa secara menyeluruh. Pembelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya bertujuan untuk menguasai aspek kebahasaan, tetapi juga untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, literasi, dan kreativitas. Oleh karena itu, guru diharapkan menerapkan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa serta memanfaatkan teknologi digital guna menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menarik. Dengan penerapan prinsip-prinsip tersebut, pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar dapat menjadi sarana efektif dalam membentuk peserta didik yang cerdas, adaptif, dan berdaya saing.