Abstrak Risiko perilaku kekerasan adalah jenis gangguan jiwa dimana seseorang dapat membahayakan diri sendiri, orang lain secara fisik ataupun psikologis, dan merusak lingkungan. Berdasarkan data dari rekam medis di RSJ. Prof. Dr. HB. Saanin Padang, masalah keperawatan terbanyak kedua dalam 3 tahun terakhir adalah Risiko perilaku kekerasan yang berjumlah 523 pasien. Tujuan studi kasus ini dilakukan untuk memberikan dan melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan di wisma flamboyan RSJ. Prof. Dr. HB. Saanin Padang. Metode yang digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini adalah studi kasus melalui pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, evaluasi dan dokumentasi. Pada hasil pengkajian pasien menunjukkan tanda gejala risiko perilaku kekerasan berupa emosi labil. Diagnosa utama yaitu risiko perilaku kekerasan dan diagnosis pendukung adalah deficit perawatan diri. Setelah dilakukan pemberian asuhan keperawatan pasien mampu mengontrol emosi dan perilaku kekerasannya secara mandiri dengan menerapkan latihan terjadwal strategi pelaksanaan pasien risiko perilaku kekerasan dengan melakukan SP 1 latihan tarik napas dalam dan pukul bantal, SP 2 patuh minum obat secara teratur, SP 3 secara verbal, dan SP 4 melakukan kegiatan spritual dan SP 1-4 Defisit Perawatan Diri. Kesimpulan pasien dapat mengontrol resiko perilaku kekerasan dengan terapi yang di ajarkan oleh peneliti secara mandiri dan terjadwal. Pasien juga dapat melakukan secara mandiri latihan untuk menjaga perawatan diri. Saran ketika dalam memberikan asuhan keperawatan jiwa pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan dapat dilakukan dengan meningkatkan komunikasi terapeutik dan pemberian pujian pada pasien pada pasien setiap selesai melakukan latihan. Kata Kunci: Perilaku Kekerasan, Asuhan Keperawatan Jiwa, Strategi Pelaksanaan