Armaita
Departemen Keperawatan, Fakultas Psikologi dan Kesehatan, Universitas Negeri Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Keluarga Dengan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Padusunan Kota Pariaman tassya juahari; Armaita; Hasmita; Sandra Dewi
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 3 No. 1 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v3i1.1999

Abstract

According to data from the World Health Organization (WHO) in 2023, an estimated 141.8 million (22.3%) children under five worldwide were affected by stunting. Indonesia ranks as the third country with the highest prevalence of stunting in Southeast Asia, with a prevalence rate of 36.4%. The purpose of this study was to provide family nursing care for a patient with stunting in the working area of Padusunan Community Health Center. Stunting is a health problem characterized by impaired physical growth in children due to chronic malnutrition, particularly during the first 1,000 days of life, from pregnancy until the child reaches two years of age. The method used was the nursing process, consisting of assessment, nursing diagnosis, nursing intervention, implementation, and evaluation. The research design employed was descriptive with a case study approach. The results of the study conducted from March 5, 2026, to March 10, 2026, identified three nursing diagnoses: Nutritional Deficit in Child A related to the family's inability to recognize health problems, as evidenced by Mrs. N's statement that the child’s weight was difficult to increase and that the child had a poor appetite; Knowledge Deficit related to inadequate exposure to information, as evidenced by Mrs. N's statement that she lacked creativity in preparing meal menus for her child; and Ineffective Health Maintenance related to the inability to care for a sick family member. The implementation results showed an improvement in family knowledge regarding stunting and increased involvement in patient care. The interventions provided included nutrition management, health education, and education on health-promoting behaviors. It can be concluded that comprehensive family nursing care is able to improve family independence in caring for family members with stunting. The completion of nursing care is expected to increase knowledge and awareness regarding the fulfillment of balanced nutritional needs.
Asuhan keperawatan Keluarga Pada Pasien An. M Dengan Tuberculosis yesa yesa; Armaita; Hasmita; Hilma Yessi
Jurnal Keperawatan Medika Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v4i2.395

Abstract

Kasus Tuberculosis di Indonesia pada tahun 2020 dengan jumlah beban kasus terbanyak, sehingga tahun 2021 kasus TB jelas tidak baik. Indonesia diperkirakan sebanyak 969.000 kasus TB. Angka ini naik 17% dari tahun 2020 yaitu sebanyak 824.000 kasus. Insidensi kasus TB di Indonesia terdapat 354 orang diantaranya yang menderita TBC. Salah satu penyakit yang paling umum di dunia dan salah satu yang menjadi perhatian utama di Indonesia adalah Tuberculosis (TBC). Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang bernama Mycobacterium Tuberculosis yang menyebar melalui udara, batuk, bersin dan bahkan saat berkomunikasi secara tatap muka. Tuberculosis membutuhkan pengorbatan selama 6 bulan penuh, dukungan keluarga sangat penting dalam perjuangan melawan TTBC (Suprihatiningsih, 2020). Tujuan penulis ini adalah bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan pada keluarga dengan Tuberculosis di wilayah kerja Puskesmas Kurai Taji Kota Pariaman. Metode penelitian yang digunakan merupakan studi kasus. Adapun hasil pengkajian pada An. M 6 tahun yang mengalami Tuberculosis dengan 3 masalah yaitu bersihan jalan nafas tidak efektif, defisit pengetahuan, dan ansietas. Hasil tingkat pengetahuan dan kemandirian keluarga meningkat adalah menerima perawatan kesehatan masyarakat dan pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai dengan intervensi keperawatan. Saran dari penulis untuk keluarga yaitu keluarga mampu memahami cara perawatan dan juga pencegahan dari penyakit Tuberculosis begitu pun dengan perawat, instalansi rumah sakit dan pendidikan, diharapkan bisa menambah wawasan dan pengetahuan sebagai acuan dalam memberikan pelayanan kesehatan.