Nur Azmi Wiantina
Institut Daarul Quran Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konseling Kelompok Self-Regulation Untuk Mengembangkan Ekspresi Emosi Anak Akibat Pola Asuh Otoriter di Kampung Bojong Assyifa Qurotul' Aini; Nur Azmi Wiantina; Putri Rahayu S
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 2 Mei 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i1.789

Abstract

Pola asuh otoriter yang menuntut kepatuhan mutlak di rumah dapat memicu respons adaptasi negatif siswa di sekolah, seperti menarik diri dan menekan ekspresi emosi (suppression). Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan mendeskripsikan dinamika proses dan hasil penerapan konseling kelompok melalui teknik self-regulation. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi teknik regulasi diri dengan media visual-kinestetik "Toples Perasaanku" sebagai instrumen proyeksi emosi non-verbal untuk menjembatani hambatan verbal anak. Melalui teknik purposive sampling, lima siswa kelas V MIS Mathla’ul Huda Kampung Bojong ditetapkan sebagai subjek penelitian, serta guru kelas sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi sebanyak empat pertemuan berhasil memulihkan kemampuan ekspresi emosi anak. Aktivitas mewarnai pada media "Toples Perasaanku" mampu memproyeksikan beban emosi terpendam secara konkret. Di akhir sesi, mayoritas subjek memproyeksikan emosi adaptif melalui pilihan warna cerah, sedangkan subjek yang masih berproses mengawali proyeksi lewat warna gelap sebagai bentuk kejujuran emosi terpendam. Seluruh subjek pada akhirnya mampu merefleksikan penguatan diri melalui penulisan afirmasi positif. Penelitian ini berimplikasi praktis bagi guru BK dan guru kelas dalam mengembangkan intervensi konseling kelompok yang kreatif, menarik, serta sesuai dengan karakteristik anak sekolah dasar.