Muhammad Habib Yusra
Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Pesantren Tebuireng, Jombang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Etika Komunikasi Profetik Dan Tantangan Over Sharing Di Era Media Sosial: Reaktualisasi Hadis Falyaqul Khayran Aw Liyaṣmut Dalam Perspektif Al-Ḥaḍārah Wa Al-Tsaqāfah Muhammad Habib Yusra; Ahmad Alfan Rosyidi Khalil; Reza; Mohammad Hamsa Fauriz
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 2 Mei 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i2.916

Abstract

Perkembangan media sosial yang pesat telah mengubah pola komunikasi masyarakat secara mendasar dan melahirkan fenomena over sharing—kecenderungan pembagian informasi personal secara berlebihan di ruang publik digital tanpa pertimbangan etis yang memadai. Artikel ini mengkaji fenomena over sharing sebagai tantangan etika komunikasi kontemporer dan menawarkan rekonstruksi etika komunikasi profetik berbasis hadis man kāna yuʼminu billāh wa al-yawm al-ākhir falyaqul khayran aw liyaṣmut sebagai kerangka normatif dalam membangun budaya komunikasi digital yang bertanggung jawab. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-tematik (al-Dirāsah al-Mawḏūʼiyyah), studi ini menganalisis hadis tersebut dalam kaitannya dengan fenomena over sharing dalam perspektif al-Ḥaḏārah wa al-Tsaqāfah. Temuan studi menunjukkan empat prinsip etika komunikasi profetik yang relevan: (1) selektivitas informasi (ḏabṭ al-lisān); (2) perlindungan ruang privat (ḥifẓ al-khuṣūṣiyyah); (3) tanggung jawab sosial (al-masʼūlīyyāh al-ijtimāʼiyyah); dan (4) orientasi kemaslahatan (taḥqīq al-maṣlaḥah). Keempat prinsip ini menunjukkan bahwa etika komunikasi profetik bukan sekadar panduan moral individual, tetapi merupakan kerangka peradaban dalam membangun budaya komunikasi digital yang etis, selektif, dan bertanggung jawab.
Posisi Teologis al-Dāruquṭnī Terkait Hadis-Hadis Sifat: Analisis Metodologi Tafwīḍ dalam Kitab al-Ṣifāt Muhammad Habib Yusra; Reza Reza; Ahmad Fadlan Al Jabbar; M. Farid Zaini
Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan Vol. 4 No. 2 (2025): Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan
Publisher : Mahad Al Jamiah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tadabbur.v4i2.52599

Abstract

The theological orientation of al-Dāruquṭnī concerning the ḥadīths of divine attributes has long been a subject of scholarly debate, with competing interpretations placing him within either the Ashʿarī or Salafī theological tradition. This study aims to examine al-Dāruquṭnī’s methodology in understanding the ḥadīths of divine attributes in Kitāb al-Ṣifāt and to clarify his theological orientation through a systematic textual analysis. Employing a qualitative approach with content analysis, the study uses Kitāb al-Ṣifāt as the primary source, supported by classical works, contemporary scholarship, and relevant academic studies. The findings reveal that al-Dāruquṭnī consistently adopts a transmission-oriented methodology by preserving both the isnād and matn, transmitting identical reports through multiple chains to strengthen their authority, and citing early scholars as normative references for understanding these traditions. He rejects speculative interpretation, avoids anthropomorphism (tashbīh), and advocates accepting the traditions without inquiring into their ultimate reality (bilā kayf). These characteristics suggest that his approach is more closely aligned with tafwīḍ al-maʿnā, reflecting the theological tendencies of the early Ashʿarī tradition, rather than tafwīḍ al-kaifiyyah commonly associated with contemporary Salafī thought. This study contributes to a clearer understanding of al-Dāruquṭnī’s theological position and enriches contemporary discussions on ḥadīth methodology and Islamic theology.