p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Surya Medika
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Prosedur Tindakan Percutaneous Coronary Interventional dengan Menggunakan Intravaskular Ultrasound dengan Kasus Chronik Total Occlusion pada Arteri Koroner: Percutaneous Coronary Interventional Procedure Using Intravascular Ultrasound in Chronic Total Occlusion Cases in Coronary Arteries Maria Gristha Tengah; I Made Lana Prasetya; Dwi Hascaryo
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.12801

Abstract

Percutaneous coronary interventional (PCI) merupakan tindakan pelebaran pembuluh darah minimal invasive dengan menggunakan ballon dan stent, prosedur tindakan PCI dengan menggunakan intravaskular ultrasound (IVUS) pada kasus ini menggunakan single puncture pada arteri femoralis kanan. Studi ini mendeskripsikan proses dan hasil Percutaneous Coronary Intervention (PCI) dengan panduan IVUS pada pasien CTO LAD. Penelitian ini menggunakan desain studi deskriptif dengan pendekatan laporan kasus (case report). Pendekatan ini dipilih untuk memberikan gambaran rinci mengenai prosedur intervensi serta peranan radiografer pada tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) dengan panduan Intravascular Ultrasound (IVUS) pada pasien dengan penyakit jantung koroner kompleks, chronic total occlusion (CTO) pada arteri LAD. Evaluasi angiografi awal menunjukkan oklusi total pada proximal LAD. Prosedur PCI dilakukan pada salah satu pembuluh utama, yaitu LAD, dengan penggunaan IVUS Opticross untuk mengevaluasi morfologi lesi, luas penampang minimal lumen area, dan efektivitas ekspansi stent. Hasil evaluasi IVUS pada LAD menunjukkan lesi fibrocalcified sepanjang 44,25 mm dengan MLA awal sebesar 2,72 mm², sehingga dilakukan implantasi dua stent DES dari mid LAD ke proximal LM. Evaluasi IVUS pasca PCI menunjukkan stent terpasang dengan baik dan mengembang optimal dengan MSA meningkat menjadi 4,44 mm² di mid LAD dan 10,03 mm² di proximal LM. Evaluasi angiografi akhir menunjukkan aliran darah TIMI grade 3 tanpa trombus, sisa stenosis, atau komplikasi lainnya. Beberapa tugas dan peranan radiografer dalam tindakan PCI adalah pada dasarnya tidak ada perbedaan yang signifikan antara tugas yang dilakukan Radiografer dalam SKKNI dan di lapangan.
Teknik Pemeriksaan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) pada Kasus Stenosis Right Coronary Artery (RCA): Percutaneous Coronary Intervention (PCI) Examination Technique in Right Coronary Artery (RCA) Stenosis Cases Kadek Bujangga Aris Priadil; I Made Lana Prasetya; Dwi Hascaryo
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.12802

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Salah satu terapi invasif minimal untuk mengatasi penyumbatan arteri koroner adalah Percutaneous Coronary Intervention (PCI). Penanganan terhadap PJK yang signifikan secara hemodinamik, khususnya pada pasien dengan lesi berat di satu pembuluh koroner utama (single vessel disease). Dalam kasus ini, pasien mengalami stenosis difus dengan lesi di segmen mid dari Right Coronary Artery (RCA). Prosedur dilakukan melalui akses radialis kanan dan dilakukan pemasangan satu buah stent di mid-RCA. Dilakukan teknik double wiring ke arah PDA dan PL untuk stabilisasi lesi. Tindakan PCI pada pasien dengan CAD 1 VD dan stenosis signifikan RCA membutuhkan beberapa persiapan dari kondisi pasien sampai alat dan bahan yang diperlukan saat tindakan. Peran Radiografer juga dibutuhkan dalam tindakan pemeriksaan PCI pada pasien dengan CAD 1 VD dengan stenosis yang signifikan di pembuluh darah RCA. Dalam tindakan ini radiografer juga perlu mempersiapkan tindakan sebelum maupun sesudah tindakan, mulai dari register pasien, pengoperasian alat untuk memastikan gambar angiografi jelas dan informatif untuk membantu diagnosis yang akurat hingga pelaporan hasil tindakan. Dalam penelitian ini penulis membahas mengenai prosedur tindakan PCI pada pasien dengan CAD 1 VD dengan stenosis signifikan di pembuluh darah RCA dan pentingnya peran radiografer dalam SKKNI dan di lapangan.