Pelayanan perawatan untuk anak usia dini di rumah sakit memerlukan pendekatan yang khusus, karena proses perawatan di rumah sakit dapat mengganggu kondisi psikologis dan menyuplai kebutuhan tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sistem pengasuhan melalui bentuk komunikasi terapeutik, dukungan emosional, sikap empati perawat, serta respons emosional anak usia dini selama proses perawatan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan secara berani melalui wawancara mendalam berbasis Google Meet dengan seorang perawat anak di Rumah Sakit Baturaja sebagai informan kunci, serta observasi virtual terhadap rekaman video aktivitas pembunuhan melalui WhatsApp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem perawatan dan pelayanan yang diberikan oleh perawat telah memperhatikan aspek psikologis anak dengan cara melakukan komunikasi terapeutik yang menggunakan nada suara yang lembut, serta teknik gangguan yang memanfaatkan gadget. Perawat juga menampilkan tingkat empati yang tinggi dan melibatkan orang tua secara aktif untuk menciptakan rasa aman bagi anak. Meskipun demikian, tantangan di lapangan masih ditemukan, seperti adanya kendala anak yang tidak kooperatif akibat rasa takut terhadap tindakan invasif, serta keterbatasan keterbukaan informasi kepada keluarga. Secara keseluruhan, pelayanan kesehatan di RS Baturaja telah mendukung kesejahteraan emosional anak, namun optimalisasi stimulasi bermain dan penguatan edukasi berbasis fakta medis kepada orang tua tetap perlu ditingkatkan.