Susi Seles
UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kesantunan Berbahasa Masyarakat Seginim dalam Komentar Instagram: Kajian Teori Brown dan Levinson Susi Seles; Dina Putri Juni Astuti; Andre Taulani Sandi; Nelda Sari Siregar
Cakrawala Indonesia Vol 11 No 1 (2026): Mei-Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jci.v11i1.2786

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesantunan berbahasa dan strategi komunikasi (strategi langsung, kesantunan positif, kesantunan negatif, dan strategi tidak langsung) yang digunakan oleh keturunan keluarga Seginim di media sosial Instagram sebagai upaya menjaga harmoni sosial di dunia maya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan untuk membedah strategi kesantunan adalah teori Brown dan Levinson (mencakup Bald on record, Positive politeness, Negative politeness, dan Off record). Data berupa percakapan di kolom komentar unggahan foto atau video reels Instagram. Sumber data adalah akun Instagram milik masyarakat keturunan Seginim, Bengkulu Selatan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dengan teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) serta teknik catat. Penelitian ini mengidentifikasi penggunaan berbagai strategi kesantunan oleh masyarakat Seginim di Instagram. Fokus analisis menunjukkan bagaimana identitas kultural dan sistem sapaan khas Seginim bertransformasi atau bertahan di ruang digital, serta apakah nilai-nilai etika lokal tersebut tetap dipraktikkan atau justru mengalami asimilasi dengan gaya bahasa internet yang seragam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan strategi kesantunan berbahasa oleh keturunan Seginim di Instagram berfungsi sebagai alat pertahanan budaya lokal di era digital. Hasil penelitian memberikan kontribusi pada bidang pragmatik dalam mendokumentasikan ketahanan nilai sosiokultural daerah dalam interaksi publik virtual.
Interrogatives as a pedagogical discourse strategy: Reinterpreting Propp’s narrative structure in children’s storybooks and its implications for critical literacy development Ixsir Eliya; Rahmad Nuthihar; Vismaia S. Damaianti; Susi Seles; S. Nailul Muna Aljamaliah; Zelvia Liska Afriani
BAHASTRA Vol. 46 No. 1 (2026): BAHASTRA
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to reinterpret Propp’s narrative structure in children’s storybooks by positioning interrogative sentences as pedagogical discourse strategies and examining their implications for the development of children’s critical literacy. This study adopts a qualitative approach within a pedagogical discourse framework, drawing on Vladimir Propp’s model to identify narrative functions in the text. The results showed that Lomba Tebak Cepat and Bermain Teka-teki followed similar narrative patterns, repeating Propp’s functions ξ, M, and Pr eleven times. On the other hand, Buah Apa, ya? followed a different sequence—ξ – M – Pr – G – Q – N – I—with the M – Pr – G pattern appearing three times. The interrogative sentences in all three books were either total or partial and mainly informative, using the word “apa” and the Indonesian particle “-kah.” Repeating these questions helped shape new narrative patterns. Overall, Propp’s structure can be simplified as E – P – p1, p2, p3… – X – Y – R – E, showing how a mix of interrogatives and narrative functions makes these storybooks more engaging and interactive for children. The findings show that interrogative sentences function as pedagogical strategies that actively engage children in understanding the story. Through interrogative sentences, children are encouraged to think critically and use their reasoning to make sense of the text, thereby supporting their literacy development, especially in critical and reflective thinking.