Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

An Ambidextrous AI Governance Framework for Smart Cities to Enhance IT Governance and Data Security Agustinus Fritz Wijaya; A’ang Subiyakto; Adhe Ronny Julians; Merryana Lestari; Gloria Batseyba Warella
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i2.1082

Abstract

This study proposes an ambidextrous AI governance framework grounded in COBIT 2019 to guide the deployment of artificial intelligence in smart city infrastructures while ensuring robust IT governance and data security. The framework blends exploration‑exploitative governance strategies to support innovation in smart urban management, while maintaining accountability, risk control, and regulatory compliance. State‑of‑the‑art review includes AI governance adaptations of COBIT 2019. The study achieved measurable improvements in governance maturity, with notable increases such as a 69.2% enhancement in DSS05 (Manage Security Services) and a 60.7% improvement in APO12 (Managed Risk). The literature review was based on a targeted analysis of peer-reviewed sources published between 2020 and 2025, ensuring relevance to AI governance in smart cities. Keywords are arranged from general to specific to improve indexing and clarity: AI Governance, Smart Cities, COBIT 2019, Ambidextrous Governance, Data Security.
TELOS Feasibility Evaluation of the e-HakCipta System: Evidence from Intellectual Property Centers in Samarinda Reza Andrea; Sari Armiati; Tri Hannanto Saputra; Agustinus Fritz Wijaya; Aulia Khoirunnita; Suswanto; Hermawati
Journal of Information System and Informatics Vol 8 No 3 (2026): June
Publisher : Asosiasi Doktor Sistem Informasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63158/journalisi.v8i3.1637

Abstract

This study evaluates the feasibility of the updated e-HakCipta system developed by the Directorate General of Intellectual Property (DJKI), Ministry of Law and Human Rights, based on user perceptions at Intellectual Property Centers (Sentra KI) in Samarinda. A descriptive quantitative approach was employed using a structured Likert-scale questionnaire validated by three domain experts. Data were collected from seven participating institutions, each represented by one designated e-HakCipta user. The evaluation applied the TELOS framework, covering Technological, Economic, Legal, Operational, and Schedule feasibility. The results show that all dimensions exceeded the feasibility threshold. Economic feasibility achieved the highest mean score (4.33), followed by Schedule (3.90), Technological (3.86), Operational (3.76), and Legal feasibility (3.67). The overall TELOS composite score of 3.90 indicates that the system is feasible. These findings suggest that the updated e-HakCipta system improves cost efficiency, registration speed, and interface usability, although legal compliance verification, plagiarism detection, and system stability require further enhancement.
Implementasi Layer-7 Load Balancing Dengan Sistem Geo-Aware Failover Untuk Meningkatkan Reliabilitas Layanan Berbasis Web Wildy Sheverando; Agustinus Fritz Wijaya
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1399

Abstract

Sistem load balancing merupakan komponen penting dalam menjaga kinerja dan ketersediaan layanan pada infrastruktur jaringan berskala besar, namun banyak implementasi yang masih menggunakan algoritma statis seperti Round Robin yang belum mampu menyesuaikan kondisi kesehatan server dan latensi jaringan secara real-time, sehingga berpotensi meningkatkan latensi dan downtime ketika salah satu server mengalami gangguan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem Layer-7 Load Balancer berbasis Geo-Aware Failover dengan perhitungan Exponential Weighted Moving Average (EWMA) sebagai solusi untuk meningkatkan stabilitas distribusi beban, reliabilitas layanan, serta pengambilan keputusan adaptif pada lingkungan multi-region. Implementasi dilakukan menggunakan OpenResty (Nginx + LuaJIT) yang dilengkapi modul deteksi lokasi pengguna, pemeriksaan kesehatan backend, dan pembaruan nilai latensi secara berkelanjutan. Pengujian performa dan reliabilitas dilakukan menggunakan Apache JMeter dan PyTest dalam skenario normal, failover, dan failback. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mempertahankan waktu respons rata-rata pada rentang 208–300 ms, transisi failover kurang dari 1 detik, serta tingkat ketersediaan layanan di atas 99%, dengan peningkatan performa yang lebih baik dibandingkan metode Round Robin konvensional. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi berupa pengembangan mekanisme load balancing adaptif berbasis lokasi dan latensi yang dapat meningkatkan performa, kontinuitas layanan, dan kemampuan adaptif pada arsitektur layanan berbasis web berskala global.