Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kinerja mesin Endforming pada proses produksi komponen part injection kendaraan roda empat di perusahaan manufaktur Indonesia menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE). Permasalahan yang terjadi pada mesin Endforming adalah tingginya downtime, breakdown machine, serta produk cacat yang menyebabkan target produksi perusahaan belum tercapai secara optimal. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data berupa data waktu kerja mesin, downtime, hasil produksi, produk OK, dan produk NG periode Januari sampai Juni 2025. Metode analisis yang digunakan adalah Overall Equipment Effectiveness (OEE) yang terdiri dari tiga komponen utama yaitu availability ratio, performance efficiency, dan rate of quality product, serta didukung analisis six big losses untuk mengidentifikasi faktor kerugian terbesar pada mesin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai availability ratio sebesar 82%, performance efficiency sebesar 89%, dan rate of quality product berada di bawah standar ideal akibat masih tingginya produk cacat dan downtime mesin. Nilai rata-rata OEE mesin Endforming sebesar 72%, sehingga belum memenuhi standar ideal OEE menurut Japan Institute of Plant Maintenance (JIPM) sebesar 85%. Faktor yang paling mempengaruhi rendahnya efektivitas mesin adalah breakdown losses dan reduced speed losses yang menyebabkan waktu operasi mesin menurun. Berdasarkan hasil penelitian, perusahaan perlu meningkatkan kegiatan preventive maintenance, pengawasan proses produksi, serta penerapan Total Productive Maintenance (TPM) secara berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas mesin dan produktivitas produksi.