Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Digitalisasi Perpajakan Dan Pemahaman Aturan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak UMKM Allisya Ivone Maharani; Amalia Kharisma Megantara; Lussiana Nur Fitri; Galih Rizky Pratama
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9793

Abstract

Sektor Usaha Mikro, kecil, dan Menengah (UMKM) berperan sebagai salah satu pilar utama perekonomian nasional Indonesia. Namun, kontribusi sektor ini terhadap penerimaan fiskal masih relatif rendah sehingga pemerintah menerapkan reformasi struktural melalui sistem Coretax sejak 1 Januari 2026 serta memberlakukan restriksi kebijakan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2022. Penelitian kuantitatif ini bertujuan menganalisis pengaruh Digitalisasi Perpajakan dan Pemahaman Aturan Perpajakan, baik secara parsial maupun simultan, terhadap Kepatuhan Wajib Pajak UMKM. Populasi penelitian mencakup seluruh pelaku UMKM yang terdaftar sebagai wajib pajak di wilayah Kota Bandung dan sekitarnya. Peneliti menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu dan memperoleh 76 responden pelaku usaha aktif sebagai sampel penelitian. Peneliti mengumpulkan data primer melalui penyebaran kuesioner digital terstruktur, kemudian menganalisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil pengujian parsial (uji t) menunjukkan bahwa Digitalisasi Perpajakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dengan nilai t hitung sebesar 4.487 dan tingkat signifikansi 0.000. Sebaliknya, Pemahaman Aturan Perpajakan tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak karena menghasilkan nilai t hitung sebesar 1.797 dan signifikansi 0.077. Sementara itu, hasil pengujian simultan (uji F) membuktikan bahwa kedua variabel independen secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dengan nilai F hitung sebesar 18.043 dan signifikansi 0.000. Selain itu, nilai koefisien Determinasi (R Square) sebesar 0.331 menunjukkan bahwa model penelitian mampu menjelaskan 33.1% variasi kepatuhan wajib pajak, sedangkan sisanya sebesar 66.9% dipengaruhi oleh faktor eksternal lain di luar model penelitian ini.
Pengaruh Karakter Personalia Berbasis Nilai Kesundaan terhadap Perilaku Manajemen Keuangan Mahasiswa Amalia Kharisma Megantara; Mohamad Rizki Pahrezi; Nabila Tazqia Azzahra; Ledya Fanka Maya Dewanti
Indonesia Economic Journal Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/4xy5f910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakter personalia berbasis nilai kesundaan (Cageur, Bageur, Bener, Pinter, Singer, dan Parigeuing) serta nilai sosial kultural Sunda (Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh, dan Pok Pek Prak) terhadap perilaku keuangan etis mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pasundan. Di tengah arus digitalisasi finansial yang masif, mahasiswa menghadapi fenomena behavioral decoupling, yaitu keterputusan antara literasi keuangan kognitif yang tinggi dengan realitas perilaku pengelolaan keuangan yang destruktif, seperti keterikatan pada judi online dan pinjaman online ilegal. Menggunakan metode kuantitatif asosiatif kausal dengan teknik purposive sampling terhadap 30 responden, data dianalisis melalui regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa variabel Karakter Personalia (X1) dan Nilai Sosial Kultural Sunda (X2) berpengaruh positif namun tidak signifikan secara mandiri terhadap perilaku keuangan etis mahasiswa. Namun, pengujian secara simultan membuktikan bahwa kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan etis mahasiswa, dengan nilai R Square sebesar 31,6%. Temuan ini menegaskan bahwa ketahanan moral mahasiswa dalam menavigasi disrupsi keuangan digital memerlukan hibridasi utuh antara kekuatan kendali diri individu (micro-level) dan ekosistem pengawasan sosial budaya komunal (macro-level).