Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakter personalia berbasis nilai kesundaan (Cageur, Bageur, Bener, Pinter, Singer, dan Parigeuing) serta nilai sosial kultural Sunda (Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh, dan Pok Pek Prak) terhadap perilaku keuangan etis mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pasundan. Di tengah arus digitalisasi finansial yang masif, mahasiswa menghadapi fenomena behavioral decoupling, yaitu keterputusan antara literasi keuangan kognitif yang tinggi dengan realitas perilaku pengelolaan keuangan yang destruktif, seperti keterikatan pada judi online dan pinjaman online ilegal. Menggunakan metode kuantitatif asosiatif kausal dengan teknik purposive sampling terhadap 30 responden, data dianalisis melalui regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa variabel Karakter Personalia (X1) dan Nilai Sosial Kultural Sunda (X2) berpengaruh positif namun tidak signifikan secara mandiri terhadap perilaku keuangan etis mahasiswa. Namun, pengujian secara simultan membuktikan bahwa kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan etis mahasiswa, dengan nilai R Square sebesar 31,6%. Temuan ini menegaskan bahwa ketahanan moral mahasiswa dalam menavigasi disrupsi keuangan digital memerlukan hibridasi utuh antara kekuatan kendali diri individu (micro-level) dan ekosistem pengawasan sosial budaya komunal (macro-level).