Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fault Tree Analysis dalam Identifikasi Faktor Penyebab Cedera Mata Akibat Produk Cair di Industri Farmasi Sofian Bastuti; Hotma Antoni Hutahaean; Rini Alfatiyah
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan cedera mata akibat paparan produk cair di lingkungan industri farmasi, dengan menggunakan pendekatan Fault Tree Analysis (FTA). Data terkait kecelakaan kerja diperoleh melalui analisis laporan insiden, wawancara mendalam, serta observasi langsung di sebuah perusahaan farmasi yang berlokasi di Jawa Barat. Temuan studi menunjukkan bahwa cedera pada mata merupakan jenis kecelakaan kerja yang paling sering terjadi, dengan total 8 kasus yang tercatat, melebihi jumlah insiden kecelakaan lainnya. Melalui penerapan metode FTA, teridentifikasi 11 basic event yang berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan tersebut. Faktor-faktor utama yang menjadi pemicu antara lain ketidakpatuhan dalam penggunaan alat pelindung diri (APD), kurangnya pelatihan keselamatan kerja yang berkelanjutan, kondisi lingkungan kerja yang tidak memenuhi standar keselamatan, serta lemahnya implementasi kebijakan K3 di tingkat manajerial. Hasil analisis Minimal Cut Set mengindikasikan bahwa kombinasi antara perilaku tidak aman dari pekerja dan ketidakefisienan kebijakan manajemen menjadi penyebab kritis terjadinya insiden. Berdasarkan hasil tersebut, strategi pencegahan diarahkan pada peningkatan kepatuhan terhadap penggunaan APD, pelaksanaan pelatihan keselamatan secara berkala, serta penguatan sistem pengawasan K3. Pendekatan FTA terbukti memberikan kontribusi signifikan dalam mengidentifikasi akar penyebab kecelakaan, sehingga dapat dijadikan dasar untuk merancang program keselamatan dan kesehatan kerja yang lebih terarah dan efektif.
Analisis Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Dengan Menggunakan Metode HAZOP Dan FMEA Yudi Maulana; Hotma Antoni Hutahaean; Esa Pratiwi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1527

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam industri maklon kosmetik yang melibatkan penggunaan bahan kimia dan peralatan mekanis. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi bahaya kerja di PT. ASK dengan menggunakan metode Hazard and Operability Study (HAZOP) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). HAZOP digunakan untuk mengidentifikasi penyimpangan, penyebab, konsekuensi, serta tindakan pencegahan berdasarkan matriks risiko. Sementara itu, FMEA menghitung Risk Priority Number (RPN) melalui penilaian severity, occurrence, dan detection. Hasil penelitian menunjukkan risiko tertinggi terdapat pada proses mixing, packaging, filling, dan penerimaan bahan baku. Beberapa potensi bahaya utama antara lain tumpahan bahan kimia (RPN 144), reaksi bahan dalam mixer (RPN 120), serta postur kerja yang tidak ergonomis (RPN 112). Temuan ini menegaskan bahwa penerapan HAZOP dan FMEA efektif dalam memberikan penilaian risiko secara menyeluruh serta membantu perusahaan merumuskan langkah pencegahan. Dengan demikian, penerapan K3 secara sistematis sangat penting untuk meminimalkan risiko dan mendukung perbaikan berkelanjutan dalam sistem manajemen keselamatan kerja.