Michael Sofian Tanuhendrata
Sekolah Tinggi Teologi Bethel The Way, Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Suksesi Kepemimpinan Gereja dalam Penggembalaan Monarkhi: Kritik Teologi atas Dimensi Etis-Teologis Michael Sofian Tanuhendrata; Andreas Eko Nugroho; Kornelius Rulli Jonathans
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 7, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v7i1.544

Abstract

Church leadership succession is a crucial issue in ensuring continuity of service, stability of pastoral care, and the sustainability of the church's mission amid the dynamics of modern society. Monarchical leadership practices that place a single figure in power often pose ethical and theological challenges, especially when leadership transitions are not carried out transparently. Unclear succession procedures have the potential to cause internal conflict and weaken the integrity of church ministry. This phenomenon can be seen in various cases of churches facing succession turmoil due to a lack of ethical-theological principles to guide them. This study aims to analyse the ethical and theological dimensions of church leadership succession practices based on monarchical pastoral care. The research method used is qualitative with a literature study approach. This study concludes that church leadership succession from a biblical theological perspective emphasises the importance of leadership based on moral and spiritual principles. The monarchical pastoral model offers advantages in terms of continuity of service, but also presents problems if the succession practice is not transparent and fair. Therefore, theological criticism of monarchical practices emphasises the need for a structured ethical-theological approach to ensure the continuity of the church's mission and the integrity of pastoral care.  AbstrakSuksesi kepemimpinan gereja menjadi isu krusial dalam memastikan kesinambungan pelayanan, stabilitas penggembalaan, dan keberlangsungan misi gereja di tengah dinamika masyarakat modern. Praktik kepemimpinan monarkhi yang menempatkan figur tunggal seringkali menimbulkan tantangan etis dan teologis, terutama ketika transisi kepemimpinan tidak dijalankan secara transparan. Ketidakjelasan prosedur suksesi berpotensi menimbulkan konflik internal dan melemahkan integritas pelayanan gereja. Fenomena ini terlihat pada berbagai kasus gereja yang menghadapi gejolak suksesi akibat minimnya prinsip etis-teologis yang dijadikan pedoman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dimensi etis dan teologis dalam praktik suksesi kepemimpinan gereja berlandaskan penggembalaan monarkhi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, dan wawancara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa suksesi kepemimpinan gereja dalam perspektif teologi Alkitabiah menekankan pentingnya kepemimpinan yang berlandaskan prinsip moral dan spiritual. Model penggembalaan monarkhi menawarkan keunggulan dalam kontinuitas pelayanan, namun juga menghadirkan problematika jika praktik suksesi tidak transparan dan adil. kritik teologis terhadap praktik monarkhi menegaskan perlunya pendekatan etis-teologis yang terstruktur untuk memastikan keberlangsungan misi gereja dan integritas penggembalaan.