Romika Romika
Sekolah Tinggi Teologi Bethel The Way Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Prinsip Mendengarkan dalam Pemulihan Trauma Anak di Panti Asuhan Kristen: Sebuah Pendekatan Psikoteologis Yustinus Yustinus; Meriyana Meriyana; Romika Romika
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 6, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v6i2.446

Abstract

Child trauma recovery in Christian orphanages requires a holistic approach integrating psychology and theology. However, practical models that operationally blend these two perspectives remain limited. This qualitative study aims to develop a mentoring model based on the principle of "listening" through a psychotheological approach. Using a literature study method, this research synthesizes theories of humanistic and trauma psychology (particularly from Carl Rogers and Danel Siegel) with a hermeneutical analysis of Biblical texts. The study yields an integrative model comprising three practical steps: unconditional self-acceptance, strengthening self-esteem, and providing space for self-expression. These three steps operationalize the listening principle within a framework combining attentiveness, valuing, empathizing, and loving. This study provides a theoretical contribution to Christian counseling literature by offering a structured psychotheological model. Practically, this model can serve as an applicable guide for orphanage caregivers in creating a restorative environment for child trauma survivors. AbstrakPemulihan trauma anak di panti asuhan Kristen memerlukan pendekatan holistik yang mengintegrasikan ilmu psikologi dan teologi. Namun, model praktis yang secara operasional memadukan kedua perspektif tersebut masih terbatas. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah model pendampingan berbasis prinsip "mendengarkan" melalui pendekatan psikoteologis. Dengan metode studi literatur, penelitian ini mensintesis teori-teori psikologi humanistik dan trauma (terutama dari Carl Rogers dan Danel Siegel) dengan hermeneutika teks Alkitab. Penelitian menghasilkan model integratif tiga langkah praktis, yaitu penerimaan diri tanpa syarat, penguatan harga diri, dan pemberian ruang ekspresi diri. Ketiga langkah ini mengoperasionalisasikan prinsip mendengarkan dalam sebuah kerangka kerja yang memadukan sikap memperhatikan, menghargai, berempati, dan mengasihi. Studi ini memberikan kontribusi teoretis bagi literatur konseling Kristen dengan menawarkan sebuah model psikoteologis yang terstruktur. Secara praktis, model ini dapat dijadikan panduan aplikatif bagi pembina panti asuhan dalam menciptakan lingkungan yang memulihkan bagi anak-anak korban trauma.
PENDEKATAN TERAPI RELASIONAL STEPHEN A. MITCHELL BERBASIS KASIH KRISTUS DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PSIKOMOTORIK ANAK INKLUSIF DI YAYASAN HOUSE OF FAITH Eras Manno; Ruth Anna Marietta Sianturi; Romika Romika
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.3070

Abstract

The management of inclusive children has largely focused on physical-mechanistic approaches, often overlooking the emotional and relational dimensions that contribute to psychomotor development. This study aimed to analyze the implementation of Stephen A. Mitchell’s relational therapy approach based on Christ’s love in improving the psychomotor abilities of inclusive children at the House of Faith Foundation. This qualitative study employed a case study design using observations, interviews with parents and therapists, and documentation, with data analyzed through triangulation. The findings revealed that warm relationships, unconditional acceptance, and Agape love created a sense of security, reduced anxiety and muscle rigidity, and improved both gross and fine motor skills as well as children’s independence. The study concludes that Christ-centered relational therapy effectively enhances psychomotor development while strengthening self-esteem, self-confidence, and the emotional stability of inclusive children. ABSTRAKPendekatan penanganan anak inklusif masih didominasi aspek fisik-mekanistik sehingga sering mengabaikan dimensi emosional dan relasional yang berperan dalam perkembangan psikomotorik. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan pendekatan terapi relasional Stephen A. Mitchell berbasis Kasih Kristus dalam meningkatkan kemampuan psikomotorik anak inklusif di Yayasan House of Faith. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui observasi, wawancara dengan orang tua dan guru terapi, serta dokumentasi yang dianalisis menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan yang hangat, penerimaan tanpa syarat, dan kasih (Agape) menciptakan rasa aman, mengurangi kecemasan dan rigiditas otot, serta meningkatkan kemampuan motorik kasar, motorik halus, dan kemandirian anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terapi relasional berbasis Kasih Kristus efektif mendukung perkembangan psikomotorik sekaligus memperkuat harga diri, kepercayaan diri, dan kestabilan emosional anak inklusif.