Muhammad Adi Prastyo
Universitas Islam Majapahit

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN METODE ASOSIASI KATA TERHADAP PENINGKATAN HAFALAN MAKNA MATERI ASMAUL HUSNA PAI KELAS VII Rohmatul Ummah; Muhammad Adi Prastyo; Muhammad Ali Rohmad
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10613

Abstract

ABSTRACT The low ability of students to memorize the meaning of the vocabulary of Asmaul Husna indicates that the ongoing learning process has not been optimal in increasing the activeness and level of confidence in students when answering questions during the learning process. This study aims to analyze the improvement of the ability to memorize the meaning of Asmaul Husna in grade VII students through the application of the word association method. Two cycles were implemented in the Classroom Action Research (CAR) approach, which includes the planning stage, action implementation, observation, and reflection. The subjects of this study were grade VII D students selected using a purposive sampling technique. Data collection was carried out through pre-test, post-test, observation, and documentation. It was shown that the results of the study using the word association method were effective in improving students' memorization abilities. This can be seen from the increase in students' average score, namely from 52.40 when the pre-test was carried out to 96.80 when the post-test was carried out, with a significance value of 0.000 (<0.05). In addition to improving learning outcomes, this method also makes students more active, enthusiastic, and confident during learning. The word association method is an effective, interesting, and meaningful learning strategy to improve the ability to memorize the meaning of Asmaul Husana in grade VII students. ABSTRAK Rendahnya kemampuan siswa dalam menghafal makna kosakata Asmaul Husna menunjukkan bahwa proses pembelajaran yang berlangsung belum optimal dalam meningkatkan keaktifan serta tingkat percaya diri dalam siswa ketika menjawab pertanyaan selama proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan menghafal makna Asmaul Husna pada siswa kelas VII melalui penerapan metode asosiasi kata. Dilaksanakannya dua siklus dalam pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dari penelitian ini merupakan siswa kelas VII D yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test, post-test, observasi, serta dokumentasi. Ditunjukkan bahwa hasil penelitian dengan menggunakan metode asosiasi kata efektif dalam meningkatkan kemampuan hafalan siswa. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata siswa yang meningkat, yaitu dari 52,40 ketika pre-test menjadi 96,80 dilakukannya post-test, nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05). Selain meningkatkan hasil belajar, metode ini juga membuat siswa untuk lebih aktif, antusias, dan percaya diri selama dilakukannya pembelajaran. Metode asosiasi kata merupakan strategi pembelajaran efektif, menarik, dan bermakna untuk meningkatkan kemampuan menghafal makna Asmaul Husna pada siswa kelas VII.
DARI PEMBIASAAN MENUJU INTERNALISASI: MEMBACA JUZ AMMA SEBAGAI STRATEGI PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK Muhammad Adi Prastyo; Muhammad Ali Rohmad; Hajar Nurma Wachidah
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.15136

Abstract

ABSTRACT Social changes occurring amid digitalization and globalization present challenges for schools in consistently fostering students’ religious character. The habituation of religious activities can serve as an educational space that connects learned values with behaviors practiced in everyday life. This study aims to describe the implementation of the Juz Amma reading habituation program, identify its supporting and inhibiting factors, and analyze its contribution to the development of students’ religious character at SMP Negeri 1 Puri Mojokerto. The study employed a descriptive qualitative approach involving the principal, Islamic Religious Education teacher, vice principal for student affairs, guidance and counseling teacher, and 11 students selected randomly. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed through data condensation, data presentation, and conclusion drawing using source and technique triangulation. The findings indicate that the activity was conducted every Thursday before lessons, involving students and teachers. Its implementation was supported by school commitment, teacher role modeling, a religious school culture, and student participation, while the obstacles involved differences in Qur’an reading ability, motivation, student preparedness, and limited time. The habituation contributed to strengthening discipline, responsibility, politeness, awareness of worship, and students’ religious behavior. ABSTRAK Perubahan sosial yang berlangsung di tengah digitalisasi dan globalisasi menghadirkan tantangan bagi sekolah dalam menumbuhkan karakter religius peserta didik secara konsisten. Pembiasaan kegiatan keagamaan dapat menjadi ruang pendidikan yang menghubungkan nilai yang dipelajari dengan perilaku yang dijalankan dalam keseharian. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pembiasaan membaca Juz Amma, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta menganalisis kontribusinya terhadap pembentukan karakter religius peserta didik di SMP Negeri 1 Puri Mojokerto. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru bimbingan dan konseling, serta 11 peserta didik yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan dilaksanakan setiap Kamis sebelum pembelajaran dengan keterlibatan peserta didik dan guru. Pelaksanaannya didukung komitmen sekolah, keteladanan guru, budaya religius, dan partisipasi peserta didik, sedangkan hambatan berkaitan dengan kemampuan membaca Al-Qur’an, motivasi, kesiapan peserta didik, dan keterbatasan waktu. Pembiasaan tersebut berkontribusi terhadap penguatan disiplin, tanggung jawab, kesopanan, kesadaran beribadah, dan perilaku religius peserta didik.