Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida Pada Prototipe Pelabuhan Pintar Menggunakan Raspberry Pi Indrako Arif Ramadhan; Henna Nurdiansari; Kuntoro Bayu Ajie; Edi Kurniawan
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1762

Abstract

Penggunaan energi terbarukan merupakan solusi dalam mendukung pengembangan pelabuhan pintar (smart port), khususnya dalam pemenuhan sumber daya listrik yang stabil, berkelanjutan, dan efisien. Kebutuhan sistem energi alternatif menjadi relevan terutama akibat keterbatasan pasokan listrik berbasis bahan bakar fosil serta tuntutan efisiensi proses sandar kapal. Dalam konteks tersebut, pemanfaatan pembangkit listrik tenaga angin dan surya berpotensi meningkatkan kemandirian energi di lingkungan pelabuhan. Dalam penelitian sebelumnya, peneliti belum mengintegrasikan sistem hybrid dengan pemantauan real-time, pengolahan data, penggunaan mikrokomputer, dan konteks pelabuhan pintar. Beberapa penelitian hanya berfokus pada salah satu sumber energi. Keterbatasan tersebut mendorong penelitian ini untuk merancang sistem hibrida panel surya dan turbin angin vertikal yang dapat melakukan monitoring daya yang masuk , switching energi dan pemrosesan data secara real-time. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) yang meliputi tahap perancangan, perakitan, pengujian, dan evaluasi sistem. Hasil pengujian 1x24 jam membuktikan sistem mampu menghasilkan total energi ±68,16 Wh (±5,24 Ah), memenuhi ±72% kapasitas baterai 12 V. Panel surya mendominasi suplai sebesar 61% dengan daya rata-rata ±5,28 W pada siang hari. Turbin angin berkontribusi sebesar 39% dengan rata-rata daya ±0,72 W sebagai sumber pendukung di malam hari. Sensor cahaya BH1750 dengan ambang batas 50 lux berhasil menjadi pemicu switching otomatis antara siang dan malam. Modul MPPT juga berhasil menstabilkan tegangan output dari kedua sumber hingga mencapai titik daya maksimum. Secara keseluruhan, sistem beroperasi sesuai dengan tujuannya.
Optimalisasi Ballast Water Management Plan (BWMP) Dalam Upaya Pencegahan Pencemaran Air Laut: (Studi Kasus:MV. Ocean Perkasa) Nadya Nurul Azzah; Tri Haryanto; Henna Nurdiansari; Dety Sutralinda; Firdaus Sitepu
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1554

Abstract

Pengelolaan air ballast yang tidak optimal berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan laut akibat perpindahan organisme antar perairan. Oleh karena itu, penerapan Ballast Water Management Plan (BWMP) menjadi hal yang penting dalam mendukung kepatuhan terhadap ketentuan Ballast Water Management Convention (BWMC). Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa gangguan pada sistem Ballast Water Treatment System (BWTS), khususnya pada komponen pengolahan kimia dapat memengaruhi efektivitas pengelolaan air ballast. Pada penelitian ini memiliki keterbaruan pada foku s kajian optimalisasi penerapan BWMP melalui identifikasi akar permasalahan malfungsi sistem Total Residual Oxidant (TRO) akibat sumbatan pada T-strainer serta keterkaitannya dengan aspek operasional dan perawatan di atas kapal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan diagram fishbone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak optimalnya penerapan BWMP dipengaruhi oleh faktor manusia, mesin, metode, material, lingkungan, dan manajemen operasional. Sumbatan pada T-strainer sistem TRO akibat endapan yang tidak dibersihkan secara rutin menyebabkan kinerja sistem BWTS menjadi tidak stabil dan memicu alarm maupun kondisi trip. Selain itu, keterbatasan pemahaman kru terhadap pelaksanaan ballast operation turut memengaruhi efektivitas pengelolaan air ballast. Dengan peningkatan perawatan sistem secara berkala dan penguatan pemahaman awak kapal, penerapan BWMP dapat berjalan lebih optimal dan mendukung upaya pencegahan pencemaran air laut.