Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Ballast Water Management Plan (BWMP) Dalam Upaya Pencegahan Pencemaran Air Laut: (Studi Kasus:MV. Ocean Perkasa) Nadya Nurul Azzah; Tri Haryanto; Henna Nurdiansari; Dety Sutralinda; Firdaus Sitepu
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1554

Abstract

Pengelolaan air ballast yang tidak optimal berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan laut akibat perpindahan organisme antar perairan. Oleh karena itu, penerapan Ballast Water Management Plan (BWMP) menjadi hal yang penting dalam mendukung kepatuhan terhadap ketentuan Ballast Water Management Convention (BWMC). Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa gangguan pada sistem Ballast Water Treatment System (BWTS), khususnya pada komponen pengolahan kimia dapat memengaruhi efektivitas pengelolaan air ballast. Pada penelitian ini memiliki keterbaruan pada foku s kajian optimalisasi penerapan BWMP melalui identifikasi akar permasalahan malfungsi sistem Total Residual Oxidant (TRO) akibat sumbatan pada T-strainer serta keterkaitannya dengan aspek operasional dan perawatan di atas kapal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan diagram fishbone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak optimalnya penerapan BWMP dipengaruhi oleh faktor manusia, mesin, metode, material, lingkungan, dan manajemen operasional. Sumbatan pada T-strainer sistem TRO akibat endapan yang tidak dibersihkan secara rutin menyebabkan kinerja sistem BWTS menjadi tidak stabil dan memicu alarm maupun kondisi trip. Selain itu, keterbatasan pemahaman kru terhadap pelaksanaan ballast operation turut memengaruhi efektivitas pengelolaan air ballast. Dengan peningkatan perawatan sistem secara berkala dan penguatan pemahaman awak kapal, penerapan BWMP dapat berjalan lebih optimal dan mendukung upaya pencegahan pencemaran air laut.
Optimalisasi Penerapan Ship Security Plan Dalam Implementasi ISPS Code: (Studi Kasus: Kapal MV. Meratus Project 1) Muhammad Rachmad Wicaksono; Dety Sutralinda; Frita Ayu Sistyana Putri; Arleiny
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.2112

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan Ship Security Plan dalam implementasi ISPS Code untuk menjaga keamanan kapal, awak kapal, muatan, dan kelancaran operasional pelayaran. MV. Meratus Project 1 sebagai kapal general cargo dengan muatan loose cargo berupa fabrikasi baja beroperasi pada rute domestik antara Jetty PT. IHI POWER SERVICE Serang, Banten dan Jetty PT. AMMAN MINERAL International Tbk Benete, Sumbawa. Mulai tanggal 29 Juli 2024 – 29 Juli 2025 praktik laut, kapal beroperasi pada security level 1 dan tidak mengalami ancaman keamanan dan kendala, namun tetap melaksanakan prosedur keamanan serta drill secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prosedur pelaksanaan Ship Security Plan dalam implementasi ISPS Code di kapal serta Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan Chief Officer sebagai perwakilan crew deck dan Masinis 1 sebagai perwakilan crew engine. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan diperkuat dengan triangulasi regulasi internasional dan nasional terkait keamanan kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pelaksanaan Ship Security Plan di MV. Meratus Project 1 telah berjalan dengan baik, konsisten, dan bersifat preventif melalui pengawasan akses ke kapal, pengamanan area terbatas, pengawasan muatan dan ship’s stores, serta pelaksanaan drill keamanan. di kapal MV.Meratus Project 1, prosedur keamanan juga berjalan normal dan stabil sesuai security level 1 melalui pengendalian akses, pengawasan kegiatan operasional, dan koordinasi keamanan pada antarmuka kapal-pelabuhan. Dengan demikian, penerapan Ship Security Plan di MV. Meratus Project 1 telah mendukung implementasi ISPS Code secara baik dalam menjaga stabilitas keamanan kapal dan kelancaran operasional pelayaran.