Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan botol plastik untuk hidroponik guna mengurangi limbah dan meningkatkan ketahanan pangan keluarga PKK Gunung Terang Bandar Lampung Rani Yosilia; Darwin Habinsaran Pangaribuan; Setyo Dwi Utomo; Dwi Prajha Kesuma; Komang R Vidya Laxemi; Soesiladi Esti Widodo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38023

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat di PKK Gunung Terang, Bandar Lampung, dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan meningkatnya limbah plastik rumah tangga sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan botol plastik bekas sebagai media hidroponik sederhana. Program ini menggunakan metode ceramah, diskusi, demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan peserta berdasarkan hasil pre-test dan post-test, ditandai dengan kenaikan pengetahuan dari 80% menjadi 98%, sikap peduli lingkungan dengan skor 4,80/5, serta 85% peserta mampu membuat sistem hidroponik secara mandiri. Seluruh peserta menyatakan komitmen untuk menerapkan hidroponik di rumah. Secara keseluruhan, program ini efektif meningkatkan kesadaran lingkungan, kemampuan bercocok tanam, dan ketahanan pangan keluarga, serta berpotensi menjadi model pemberdayaan PKK berbasis pengelolaan limbah plastik berkelanjutan di wilayah urban. Diharapkan program ini dapat terus dikembangkan dan direplikasi di wilayah lain, dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan masyarakat, serta dilakukan pendampingan lanjutan untuk menjaga keberlanjutan dan peningkatan dampaknya Kata kunci: urban farming; PKK; ketahanan pangan; botol plastic. AbstractThe community service activity at PKK Gunung Terang, Bandar Lampung, was carried out to address the increasing problem of household plastic waste while simultaneously strengthening household food security through the use of used plastic bottles as simple hydroponic growing media. The program employed lecture sessions, discussions, demonstrations, hands-on practice, as well as mentoring and evaluation. The results showed a significant improvement in participants’ understanding and skills, as indicated by an increase in knowledge from 80% to 98%, a high level of environmental awareness with a score of 4.80 out of 5, and 85% of participants being able to independently construct a hydroponic system. All participants expressed their commitment to implementing hydroponic cultivation at home. Overall, this program was effective in enhancing environmental awareness, cultivation skills, and household food security, and it has strong potential to serve as a sustainable PKK empowerment model based on plastic waste management in urban areas. Keywords: urban farming; PKK; food security; plastic bottle.
Herbisida organik berbasis air kelapa terfermentasi sebagai alternatif pengendalian gulma di Desa Sidodadi, Kabupaten Pesawaran Hidayat Pujisiswanto; Rani Yosilia; Husna Fii Karisma Jannah; Dimas Fahrizi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38057

Abstract

AbstrakHingga saat ini, pengendalian gulma masih didominasi oleh penggunaan herbisida kimia sintetik. Namun, penggunaan herbisida kimia secara berulang dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, memicu resistensi gulma, serta membebani petani akibat harga produk yang relatif mahal. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian gulma yang lebih ramah lingkungan, ekonomis, dan mudah diaplikasikan oleh petani.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan serta penerapan herbisida organik berbahan limbah air kelapa melalui metode fermentasi sebagai alternatif pengendalian gulma. Sasaran khusus kegiatan meliputi peningkatan pemahaman petani mengenai dampak gulma terhadap biaya dan pemeliharaan tanaman, pengenalan konsep dasar herbisida, serta penguasaan teknik pembuatan dan aplikasi herbisida organik.Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan berupa pemberian materi, pelatihan pembuatan herbisida organik berbahan limbah air kelapa, serta praktik lapang melalui demplot uji aplikasi herbisida organik. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sidodadi, Kabupaten Pesawaran, dengan melibatkan petani yang tergabung dalam kelompok tani. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran tingkat pemahaman dan penguasaan materi terkait gulma, herbisida, serta teknologi pembuatan dan aplikasi herbisida organik. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya kemampuan petani dalam memahami konsep pengendalian gulma serta keterampilan sebesar 30% yang diukur menggunakan pre-test dan post-test dalam memproduksi dan mengaplikasikan herbisida organik pada lahan budidaya tanaman. Kata kunci: gulma; herbisida organik; air kelapa; fermentasi; pengendalian gulma. Abstract Weeds are a major constraint in crop production as they reduce yield and quality, increase production costs due to additional labor, and serve as hosts for pests and plant diseases. Weed control in agriculture still largely depends on synthetic chemical herbicides. However, their long-term and repeated use can cause environmental degradation, induce herbicide resistance in weed populations, and increase production costs for farmers. Therefore, alternative weed management strategies that are environmentally friendly, affordable, and easily adopted by farmers are urgently needed. This community service program aimed to enhance farmers’ knowledge and skills in producing and applying organic herbicides derived from fermented coconut water waste as an alternative method for weed control. The objectives included improving farmers’ understanding of the impacts of weeds on crop management, introducing basic concepts of herbicides, and developing technical skills in the preparation and application of organic herbicides. The program was implemented through extension activities, hands-on training, and field practice using demonstration plots. It was conducted in Sidodadi Village, Pesawaran Regency, involving local farmer groups. Program evaluation focused on participants’ understanding of weed management and organic herbicide production. The result of this activity was an improvement in farmers’ ability to understand weed control concepts, as well as a 30% increase in skills measured using pre-test and post-test in producing and applying organic herbicides in cultivated fields. Keywords: weeds; organic herbicide; fermented coconut water; weed management; sustainable agriculture.