AbstrakUsaha kecil di Dusun Ambung, Desa Masbagik Timur, masih menghadapi kendala efisiensi produksi akibat penggunaan alat tradisional dalam pengolahan keripik singkong. Proses pemotongan singkong secara manual membutuhkan waktu lama, menghasilkan irisan yang kurang seragam, dan meningkatkan risiko cedera kerja. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan produktivitas kerja mitra melalui penerapan alat pemotong singkong berbasis teknologi tepat guna. Metode kegiatan meliputi observasi lapangan, persiapan dan perakitan alat, sosialisasi penggunaan alat, edukasi manfaat teknologi, serta serah terima alat kepada mitra usaha kecil. Seluruh tahapan dilakukan secara partisipatif agar mitra dapat memahami, menggunakan, dan merawat alat secara berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan alat pemotong singkong meningkatkan kapasitas pemotongan dari 8–10 kg/jam pada metode manual menjadi 22–26 kg/jam setelah alat digunakan, atau sekitar 2,4–2,8 kali lebih tinggi. Waktu pemotongan untuk 10 kg singkong juga berkurang dari sekitar 60–75 menit menjadi 23–27 menit. Selain itu, hasil irisan menjadi lebih seragam, kebutuhan tenaga kerja berkurang, dan risiko cedera saat produksi dapat diminimalkan. Program ini menunjukkan bahwa inovasi sederhana berbasis teknologi tepat guna dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing usaha kecil pengolahan singkong. Kata kunci: usaha kecil; alat pemotong singkong; teknologi tepat guna; produktivitas; Dusun Ambung. AbstractSmall businesses in Ambung Hamlet, Masbagik Timur Village, still face production efficiency challenges due to the use of traditional tools in cassava chip processing. The manual cassava cutting process is time-consuming, produces uneven slices, and increases the risk of workplace injuries. This community service activity aims to improve the productivity of small business partners through the implementation of cassava-cutting tools based on appropriate technology. The activity methods include field observations, tool preparation and assembly, training on tool usage, education on the benefits of the technology, and the handover of tools to small business partners. All stages were conducted in a participatory manner so that partners could understand, use, and maintain the tools sustainably. The results of the activity show that the use of the cassava cutting tool increased cutting capacity from 8–10 kg/hour using manual methods to 22–26 kg/hour after the tool was used, or approximately 2.4–2.8 times higher. The cutting time for 10 kg of cassava also decreased from about 60–75 minutes to 23–27 minutes. In addition, the slices became more uniform, labor requirements were reduced, and the risk of injury during production was minimized. This program demonstrates that simple innovations based on appropriate technology can improve the efficiency, productivity, and competitiveness of small cassava processing businesses. Keywords: small business; cassava cutting tool; appropriate technology; productivity; Ambung Hamlet.