Ajeng Novita Damayanti
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARRAN CLASSPOINT TERHADAP HASIL BELAJAR TEKS HIKAYAT SISWA SMK Ajeng Novita Damayanti; Wildan Fisabililhaq; Tatu Hilaliyah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.11954

Abstract

ABSTRACT Digital technological transformation requires educators to develop innovative learning activities that are interactive, adaptive, and student-centered. However, Indonesian language learning, particularly in the study of hikayat texts at vocational high schools, still faces challenges due to students’ low learning outcomes, the complex nature of archaic and court-centered language, and the dominance of conventional lecture-based teaching methods that limit student engagement. This study aims to examine the effectiveness of interactive digital learning media ClassPoint on students’ learning outcomes in hikayat text instruction. This research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a posttest-only control group design. The sample consisted of two groups: an experimental class taught using ClassPoint and a control class taught using conventional methods. Data were collected through learning outcome tests and analyzed using assumption tests, an Independent Sample t-test, and N-Gain Score analysis assisted by SPSS. The results revealed that the experimental class achieved a higher post-test mean score (95.00) compared to the control class (85.67). Furthermore, the N-Gain analysis showed that ClassPoint achieved an effectiveness score of 79.72% (effective category), while the conventional method reached only 52.06% (less effective category). Therefore, it can be concluded that ClassPoint is significantly more effective in improving students’ learning outcomes in hikayat texts by fostering a more interactive, participatory, and enjoyable learning environment through formative assessment features and gamification elements. ABSTRAK Transformasi teknologi digital menuntut pendidik untuk mengembangkan inovasi pembelajaran yang interaktif, adaptif, dan berpusat pada siswa. Namun, pembelajaran bahasa Indonesia pada materi teks hikayat di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih menghadapi kendala berupa rendahnya hasil belajar akibat karakteristik teks yang kompleks serta dominasi metode pembelajaran konvensional yang kurang melibatkan partisipasi aktif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan media pembelajaran digital interaktif ClassPoint terhadap hasil belajar siswa pada materi teks hikayat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-experiment dan desain posttest-only control group. Sampel penelitian terdiri dari dua kelompok, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan ClassPoint dan kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan dianalisis menggunakan uji prasyarat, Independent Sample t-test, serta perhitungan N-Gain Score dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai post-test kelas eksperimen (95,00) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (85,67). Selain itu, nilai N-Gain menunjukkan efektivitas penggunaan ClassPoint sebesar 79,72% (kategori efektif), sedangkan metode konvensional hanya mencapai 52,06% (kategori kurang efektif). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan ClassPoint secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar teks hikayat karena mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, partisipatif, dan menyenangkan melalui fitur evaluasi formatif dan gamifikasi.
IMPLEMENTASI PENILAIAN DIAGNOSTIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA: ANALISIS KESENJANGAN ANTARA KEBIJAKAN DAN PRAKTIK Linda Lusiana Cahya Wibawa; Ajeng Novita Damayanti; Erwin Salpa Riansi; Aceng Hasani
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.12042

Abstract

ABSTRACT Learning assessment is an essential component of the educational process that functions to identify students’ abilities and support the design of instruction that meets their learning needs. However, assessment practices in schools still face various challenges, limiting their ability to provide comprehensive information about students’ initial conditions. This study aims to analyze the implementation of diagnostic assessment in Indonesian language learning and identify its advantages and challenges in classroom practice. The study employed a qualitative approach using interviews with educational assessment experts from the Ministry of Primary and Secondary Education, school supervisors, and senior high school teachers. The collected data were analyzed descriptively to provide an overview of diagnostic assessment practices in schools. The findings indicate that diagnostic assessment helps teachers understand students’ prior abilities, interests, characteristics, and learning needs, enabling more targeted and adaptive instruction. The implementation of diagnostic assessment also contributes positively to students’ engagement, creativity, and self-confidence during the learning process. Nevertheless, its implementation is still constrained by limited instructional time, heavy administrative workloads, and large class sizes. The study concludes that diagnostic assessment plays a crucial role in promoting student-centered learning. Therefore, strengthening teachers’ competencies and optimizing assessment practices are necessary to maximize the benefits of diagnostic assessment in educational settings. ABSTRAK Asesmen pembelajaran merupakan komponen penting dalam proses pendidikan yang berfungsi untuk mengidentifikasi kemampuan peserta didik serta mendukung perencanaan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Namun, pelaksanaan asesmen di sekolah masih menghadapi berbagai tantangan sehingga belum sepenuhnya mampu memberikan informasi yang komprehensif mengenai kondisi awal peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan asesmen diagnostik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia serta mengidentifikasi kelebihan dan kendala yang dihadapi guru dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara yang melibatkan akademisi bidang asesmen pendidikan di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, pengawas sekolah, dan guru SMA sebagai informan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan praktik asesmen diagnostik di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen diagnostik membantu guru memahami kemampuan awal, minat, karakteristik, dan kebutuhan belajar peserta didik sehingga pembelajaran dapat dirancang secara lebih tepat sasaran. Penerapan asesmen diagnostik juga memberikan dampak positif terhadap keterlibatan, kreativitas, dan kepercayaan diri peserta didik dalam proses pembelajaran. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu, beban administrasi yang tinggi, dan jumlah peserta didik yang besar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa asesmen diagnostik memiliki peran penting dalam mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, sehingga diperlukan penguatan kompetensi guru dan optimalisasi pelaksanaannya agar manfaat asesmen dapat diperoleh secara maksimal.