Linda Lusiana Cahya Wibawa
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENILAIAN DIAGNOSTIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA: ANALISIS KESENJANGAN ANTARA KEBIJAKAN DAN PRAKTIK Linda Lusiana Cahya Wibawa; Ajeng Novita Damayanti; Erwin Salpa Riansi; Aceng Hasani
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.12042

Abstract

ABSTRACT Learning assessment is an essential component of the educational process that functions to identify students’ abilities and support the design of instruction that meets their learning needs. However, assessment practices in schools still face various challenges, limiting their ability to provide comprehensive information about students’ initial conditions. This study aims to analyze the implementation of diagnostic assessment in Indonesian language learning and identify its advantages and challenges in classroom practice. The study employed a qualitative approach using interviews with educational assessment experts from the Ministry of Primary and Secondary Education, school supervisors, and senior high school teachers. The collected data were analyzed descriptively to provide an overview of diagnostic assessment practices in schools. The findings indicate that diagnostic assessment helps teachers understand students’ prior abilities, interests, characteristics, and learning needs, enabling more targeted and adaptive instruction. The implementation of diagnostic assessment also contributes positively to students’ engagement, creativity, and self-confidence during the learning process. Nevertheless, its implementation is still constrained by limited instructional time, heavy administrative workloads, and large class sizes. The study concludes that diagnostic assessment plays a crucial role in promoting student-centered learning. Therefore, strengthening teachers’ competencies and optimizing assessment practices are necessary to maximize the benefits of diagnostic assessment in educational settings. ABSTRAK Asesmen pembelajaran merupakan komponen penting dalam proses pendidikan yang berfungsi untuk mengidentifikasi kemampuan peserta didik serta mendukung perencanaan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Namun, pelaksanaan asesmen di sekolah masih menghadapi berbagai tantangan sehingga belum sepenuhnya mampu memberikan informasi yang komprehensif mengenai kondisi awal peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan asesmen diagnostik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia serta mengidentifikasi kelebihan dan kendala yang dihadapi guru dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara yang melibatkan akademisi bidang asesmen pendidikan di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, pengawas sekolah, dan guru SMA sebagai informan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan praktik asesmen diagnostik di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen diagnostik membantu guru memahami kemampuan awal, minat, karakteristik, dan kebutuhan belajar peserta didik sehingga pembelajaran dapat dirancang secara lebih tepat sasaran. Penerapan asesmen diagnostik juga memberikan dampak positif terhadap keterlibatan, kreativitas, dan kepercayaan diri peserta didik dalam proses pembelajaran. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu, beban administrasi yang tinggi, dan jumlah peserta didik yang besar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa asesmen diagnostik memiliki peran penting dalam mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, sehingga diperlukan penguatan kompetensi guru dan optimalisasi pelaksanaannya agar manfaat asesmen dapat diperoleh secara maksimal.
GAMIFIKASI PEMBELAJARAN MELALUI KAHOOT! DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Linda Lusiana Cahya Wibawa; Neneng Halimatus Sa’adah; Tatu Hilaliyah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.12099

Abstract

ABSTRACT The use of digital learning media in education continues to expand; however, its implementation does not always lead to optimal learning outcomes when it is not supported by appropriate pedagogical strategies. This study aimed to examine the effectiveness of gamified learning through Kahoot! in improving student learning outcomes and classroom engagement at the secondary school level. The research employed a quantitative approach using a simple experimental design. Data were collected through learning achievement tests, classroom observations, and documentation of the learning process involving secondary school students as research participants. The collected data were analyzed using statistical techniques to determine the effect of Kahoot!-based learning on student achievement. The findings revealed that the implementation of Kahoot! significantly enhanced students’ active participation, learning motivation, and understanding of instructional materials. Furthermore, the interactive quiz features created a more enjoyable, competitive, and student-centered learning environment, leading to greater classroom engagement during the learning process. These results indicate that gamified learning through Kahoot! is effective in improving both the quality of the learning process and student academic outcomes. Therefore, the integration of gamification-based digital media can serve as an innovative instructional strategy to promote active, creative, and achievement-oriented learning environments. ABSTRAK Pemanfaatan media pembelajaran digital dalam pendidikan semakin berkembang, namun implementasinya tidak selalu memberikan dampak yang optimal terhadap hasil belajar siswa apabila tidak didukung oleh strategi pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembelajaran berbasis gamifikasi melalui aplikasi Kahoot! dalam meningkatkan hasil belajar dan keterlibatan siswa pada tingkat sekolah menengah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen sederhana. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, observasi aktivitas pembelajaran, dan dokumentasi proses pembelajaran yang melibatkan siswa sekolah menengah sebagai subjek penelitian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik statistik untuk menguji pengaruh penerapan Kahoot! terhadap hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Kahoot! dalam pembelajaran mampu meningkatkan partisipasi aktif, motivasi belajar, serta pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari. Selain itu, fitur kuis interaktif yang tersedia menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, kompetitif, dan berpusat pada siswa sehingga mendorong keterlibatan yang lebih tinggi selama proses pembelajaran berlangsung. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis gamifikasi melalui Kahoot! efektif dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa. Dengan demikian, integrasi media digital berbasis gamifikasi dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran inovatif yang mendukung terciptanya pembelajaran yang aktif, kreatif, dan berorientasi pada pencapaian akademik.