Erwin Salpa Riansi
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

META ANALISIS MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS CERPEN Tatu Hilaliyah; Ike Mutia; Erwin Salpa Riansi
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jmbsi.v6i2.13067

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis media pembelajaran bahasa Indonesia terhadap kemampuan menulis cerpen. Sumber data dalam penelitian ini diambil dari 10 jurnal yang terkait dengan permasalahan yang akan diteliti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan menulis cerpen dengan menggunakan media pembelajaran yang lebih efisien. Adapun hasil dalam penelitian ini adalah media pembelajaran bahasa Indonesia dalam menulis cerpen bertujuan untuk menguji keefektifan dan mengembangkan pembelajaran dengan presentase 60%, media pembelajaran bahasa Indonesia dalam menulis cerpen lebih efektif menggunakan desain penelitian eksperimen dengan presentase 60%, media pembelajaran bahasa Indonesia dalam menulis cerpen lebih tepat di terapkan pada siswa tingkat SMA/Sederajat dengan presentase 60%, dan media pembelajaran bahasa Indonesia dalam menulis cerpen lebih tepat menggunakan metode atau teknik pengumpulan data dalam bentuk tes dengan presentase 70%.
GEJALA CAMPUR KODE PADA PENGUNJUNG TAMAN MINI INDONESIA INDAH Erwin Salpa Riansi
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.258 KB) | DOI: 10.30870/jmbsi.v2i2.2713

Abstract

This research is a qualitative descriptive study aimed to analyze and describe the form of code-mixing languages on the visitors at Taman Mini Indonesia Indah, and the factors that cause interference code. The method used in this research is descriptive qualitative, because the study conducted by researchers generate data or information to be arranged, and described and then analyzed. The technique is done in data collection which is a technique of documentation in the form of interviews and observations. Sources of data in this study is kind of spoken language, in the form of a conversation that took place between researcher and researched, while his form in the form of a taped interview. Research data transcription of the interview. Form of code-mixing is done by one of the visitors at Taman Mini Indonesia Indah, by mixing Indonesian, regional languages and foreign languages. Types of code-mixing is performed by one of the visitors named Mr. Halomoan among which the insertion elements are tangible word, phrase, word repetition, clause. There are several factors that cause interference language code that is of factors role, diverse factors, factors desire to explain and interpret.
EFEKTIVITAS PENERAPAN MULTIMEDIA INTERAKTIF MODEL ASSURE DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENULIS KARYA ILMIAH Tatu Hilaliyah; Erwin Salpa Riansi; Desma Yuliadi Saputra
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jmbsi.v5i2.9785

Abstract

Revolusi Industri 4.0 menjadi tantangan bagi akademisi dan praktisi di bidang pendidikan. Kemajuan teknologi belum berimbang dengan kemampuan tenaga pengajar untuk berinovasi dalam menyusun media pembelajaran. Media pembelajaran yang tidak bervariasi menyebabkan siswa tidak dapat menyerap materi selama proses pembelajaran, terlebih pembelajaran karya tulis ilmiah. Waktu pembelajaran di sekolah yang relatif singkat, siswa dituntut untuk memadukan informasi dan kemampuan berpikir kritis untuk menanggapi fenomena di sekitarnya. Berdasarkan hal tersebut, multimedia interaktif model ASSURE (Analyze, State, Select, Utilize, Require, dan Evaluate) sangat relevan mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode research and development yang menghasilkan produk berupa software dan website.
UPAYA MEMARTABATKAN BAHASA INDONESIA MELALUI PENINGKATAN MUTU BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Aceng Hasani; Erwin Salpa Riansi
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.909 KB) | DOI: 10.30870/jmbsi.v3i1.3748

Abstract

Berkait dengan pemelajaran, selama ini masyarakat menilai pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di sekolah kurang menujukan hasil baik. Dalam hal ini tentunya ada faktor guru dan siswa yang kurang memilikipengalaman berbahasa yang baik. Di antaranya kemampuan menulis yang kurang memadai, kebiasaan membaca yang tidak mentradisi, kurang mahir berbicara serta belum mampu mengapresiasi dan berekspresi sastrasesuai dengan harapan.
PENGGUNAAN ALIH KODE (CODE SWITCHING) DAN CAMPUR KODE (CODE MIXING) SEBAGAI STRATEGI DAYA TARIK IKLAN PADA MAJALAH GAYA HIDUP COSMOPOLITAN M Rizky Kertanegara; Erwin Salpa Riansi
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.047 KB) | DOI: 10.30870/jmbsi.v1i2.2729

Abstract

Nowadays, the phenomenon of the use of English in advertising can be found in various media. The use of English in advertising can be found in tagline, headline or bodycopy. In language, the using and mixing of these two languages called code switching and code mixing. Lot of advertisers use these codes to persuade their specific and potential audiences on targeted marketing. Using content analysis method, this research wanted to see how big the use of code switching and code mixing on print media advertising that contained in Cosmopolitan Lifestyle Magazine. In addition, researchers also wanted to see how big the use of code switching and code mixing is elaborated with a rational approach to the attractiveness of advertising which consists of advertising features, competitive advantages, favorable price, news, and the popularity of appeal (Belch, 2001). The results shows the advertisements that use code switching and code mixing in Cosmopolitan lifestyle magazine more for its symbolic meaning and purpose as a rational strategy of the attraction of the product. 
LEKSIKON KULINER TRADISIONAL MASYARAKAT KABUPATEN PANDEGLANG Odien Rosidin; Erwin Salpa Riansi; Asep Muhyidin
LITERA Vol 20, No 1: LITERA MARET 2021
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v20i1.33908

Abstract

Kuliner tradisional bukan sekadar mencerminkan khazanah makanan, bahan yang digunakan, cara pengolahan, dan cita rasa olahan lokal yang unik, tetapi juga merepresentasikan entitas budaya masyarakat secara utuh. Leksikon nama kuliner tradisional menyiratkan makna budaya yang penting untuk digali dan diinterpretasikan dalam kaitannya dengan pengungkapan nilai -nilai simbolik dan budaya yang dikandungnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kuliner tradisional masyarakat Kabupaten Pandeglang berdasarkan tinjauan bentuk leksikon, fungsinya dalam upacara atau ritual adat, dan pandangan masyarakat terhadap simbol dan makna kuliner tradisional sebagai pelengkap dalam upacara atau ritual adat. Penelitian ini didesain dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan memakai metode etnografis berancangan antropolinguistik. Sumber data penelitian adalah tuturan lisan para informan sebagai narasumber. Pengumpulan data dengan teknik observasi partisipan dan wawancara. Analisis data dengan empat kegiatan, yaitu pengumpulan, reduksi, penyajian, dan verifikasi. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, ditemukan 25 leksikon nama makanan; 14 leksikon nama makanan pelengkap upacara atau ritual adat; 32 leksikon nama alat pembuatan, 35 leksikon nama bahan, dan 38 leksikon nama proses pembuatan. Kedua, kuliner tradisional dalam fungsinya sebagai pelengkap upacara atau ritual adat mencerminkan tiga dimensi nilai, yaitu individual, sosial, dan pengetahuan. Ketiga, kuliner tradisional sebagai pelengkap upacara atau ritual adat merepresentasikan simbol dan makna yang berhubungan erat dengan identitas sosial budaya masyarakat Kabupaten Pandeglang. Temuan penelitian bermanfaat untuk dokumentasi produk budaya kuliner lokal dan upaya revitalisasi dan pemertahanan budaya tradisional menghadapi moderninasi dan globalisasi.Kata kunci: leksikon, kuliner tradisional, sosial budaya, ritual adatLEXICON OF THE COMMUNITY TRADITIONAL CULINARY IN PANDEGLANG REGENCYAbstractTraditional culinary not only reflects the food treasures, ingredients used, processing methods, and unique local processed flavors, but also represents the cultural entity of the community as a whole. The lexicon of traditional culinary names implies cultural meanings that are important to explore and interpret in relation to the expression of the symbolic and cultural values they contain. This study aims to describe the traditional culinary delights of the people of Pandeglang Regency based on a review of the lexicon forms, their function in traditional ceremonies or rituals, and people's views on traditional culinary symbols and meanings as a complement to traditional ceremonies or rituals. This study was designed using a qualitative approach using ethnographic methods with anthropolinguistic design. The data source of this research was the oral speech of the informants as sources. Data collection was done by participant observation and interview techniques. Data were analyses were conducted in four activities, namely collection, reduction, presentation, and verification. The research results are as follows. First, the following are found: 25 lexicons of food names, 14 lexicons of names of complementary foods for traditional ceremonies or rituals, 32 lexicons of manufacturing tool names, 35 lexicons of material names, and 38 lexicons of manufacturing process names. Second, traditional culinary in its function as a complement to traditional ceremonies or rituals reflects three dimensions of value; namely individual, social, and knowledge. Third, traditional culinary as a complement to traditional ceremonies or rituals representing symbols and meanings are closely related to the socio-cultural identity of the people of Pandeglang Regency. The research findings are useful for documenting local culinary culture products and efforts to revitalize and maintain traditional culture in facing modernization and globalization.Keywords: lexicon, traditional culinary, social culture, traditional rituals
LITERASI CERITA ANAK DALAM KELUARGA BERPERAN SEBAGAI PEMBELAJARAN PEMBENTUK KARAKTER ANAK SEKOLAH DASAR Ilmi Solihat; Erwin Salpa Riansi
JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar) Vol 4, No 2 (2018): JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar)
Publisher : Department of Primary education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Su

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.833 KB) | DOI: 10.30870/jpsd.v4i2.3869

Abstract

Abstrak. Anak pertama kali akan memeroleh penguasaan dan pemahaman terkait pengetahuan secara kognitifnya melalui pengalaman pembelajaran di rumah. Sekaitan dengan itu, penerapan karakter secara tidak langsung terjadi di dalamnya. Persoalannya terkadang orang tua terlalu mendominasi seorang anak dengan berbagai kalimat larangan dalam mengajarkan karakter terhadap anaknya. Banyak anggota keluarga di masyarakat yang menyepelekan persoalan sastra. Masyarakat memiliki perspektif bahwa sastra hanya menghadirkan khayalan dan angan-angan semata pada seorang anak. Literasi memang tidak melulu selalu yang bermakna membaca buku, namun membaca atau mendengarkan cerita melalui sastra anak sebagai bagian dari tahap awal seorang anak mendekati sastra dalam menumbuhkan karakter pada seorang anak, khususnya anak usia sekolah dasar. Sementara itu, tantangan teknologi informasi semakin pesat berkembang maju. Sehingga apabila seorang anak tidak dibiasakan dengan literasi yang baik, maka dapat terjebak dalam hegemoni media sosial dan melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak mencerminkan karakter. Anak akan menjadi pribadi yang asing di lingkungan masyarakatnya bahkan terhadap orang tuanya sendiri. Sementara itu, sastra dapat menghadirkan kebijaksanaan seseorang melalui karakter-karakter tokoh yang dihadirkan di dalamnya. Seorang anak dapat diajak berdiskusi mengenai isi cerita yang ada di dalamnya. Selain itu juga, seorang anak dapat memperoleh pembelajaran sastra secara tidak langsung dan kegiatan literasi menjadi bagian dalam kehidupannya. Dengan demikian adanya keterkaitan literasi cerita anak dalam keluarga berperan penting dalam pembentukan karakter anak usia sekolah dasar.Kata Kunci: Literasi, Cerita Anak, Pembelajaran KarakterAbstract. Children will first acquire mastery and related understanding through home experience. Related to that, the application of indirect characters takes place inside it. The problem with parents is also very different from children. Many family members are underestimated. Society has a perspective that literature presents only delusions and delusions to a child. Literacy is not simply meaning reading a book, but reading or receiving stories through child literature as part of early learning for boys to learn, elementary school children. Meanwhile, information technology is getting ahead. No one can get used to good literacy, can be incorporated into social media and perform activities that do not reflect the character. The child will become a normal person in the community even the parents themselves. Meanwhile, literature can present a person through the characters presented in it. A child can be invited to discuss because of the content of the story in it. In addition, a child can learn directly and literacy activities become part of his life. Thus, there is a significant correlation between literacy of children's stories in families in character building and elementary school time.Keywords: Literacy, child literature,Character building.
METODE PEMBELAJARAN MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN DI KELAS AWAL Asep Muhyidin; Odin Rosidin; Erwin Salpariansi
JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar) Vol 4, No 1 (2018): JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar)
Publisher : Department of Primary education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Su

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.587 KB) | DOI: 10.30870/jpsd.v4i1.2464

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai metode pembelajaran membaca dan menulis permulaan bahasa Indonesia di kelas I Sekolah Dasar Negeri Serang 2 Kota Serang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode etnografi. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi berupa catatan lapangan, dan studi dokumen. Data yang telah terkumpulkan dianalisis dengan teknik analisis kualitatif. Ada dua temuan dalam penelitian ini. Pertama adalah temuan tentang metode dalam pembelajaran membaca permulaan yaitu: 1) metode bunyi; 2) metode abjad; 3) metode suku kata; dan 4) metode kata lembaga; kedua adalah temuan tentang metode dalam pembelajaran menulis permulaan yaitu: 1) metode struktural analitik sintetik (SAS), 2) metode kupas rangkai suku kata (KRSK), dan 3) metode abjad.Kata Kunci: pembelajaran membaca dan menulis permulaan, penelitian kualitatif Abstract. The objective of the research was to gain comprehensively understanding of the early reading and writing learning processes at grade I  Public Elementary School Serang 2, Serang City at Banten Province. The methods in this research is qualitative research. The data were collected through participant observation using interview, observation, and document study. The data were analyzed based on Spradley’s. There are two findings in this study. The first is the finding of methods in learning of early reading, such as: 1) sounds methods; 2) alphabet methods, 3) syllablemethods, and 4) word institution methods. Then the second is the finding of methods in learning of early writing, such as: 1) and techniques in learning early of writing, such as: 1) Structural Analytical Synthetic (SAS) method; 2) stripping the syllables methods; and 3) alphabet methods.Keywords:  learning of early reading and writing, qualitative methods.
Wacana Iklan Layanan Masyarakat di Koran Mengenai COVID-19: Kajian Makrostruktural Erwin Salpa Riansi; Yuliarti Yuliarti; Suhailee Sohnui; Achmad Sultoni; Sumarlam Sumarlam
Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran (KIBASP) Vol 4 No 2 (2021): Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kibasp.v4i2.2123

Abstract

This study describes the context of public service advertisements with the COVID-19 theme in the Thairath Thai newspaper October-November 2020 edition. The data were obtained based on the listening method, documentation and note-taking techniques. The speech component (PARLANT) is used to analyze the context. The validity test used is semantic validity. The validity technique used is repeated reading, discussion with colleagues and expert judgment. This research uses a descriptive qualitative approach. The results showed that health advertising discourse always displays product photos that can describe the product in general. The choice of diction in public service advertisements is themed on COVID-19. In conclusion, health advertising discourse always displays photos and illustrations, and the title contains various propositions; the text provides more specific and detailed information. The language used is Thai which is short, concise, exciting and stated in persuasive sentences. Keywords: Discourse Analysis, COVID-19, Public Service Advertising
CAMPUR KODE DALAM INTERAKSI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SEKOLAH MENEGAH PERTAMA DI KOTA SERANG Erwin Salpa Riansi; Desma Yuliadi Saputra; Ade Juanto
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jmbsi.v7i2.18417

Abstract

Penelitian ini berbicara tentang campur kode yang dilakukan guru dan murid dalam pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah menengah Kota Serang Propinsi Banten. Dalam hal ini ditemukan beberapa temuan mengenai gejala campur kode. Situasi formal bisa menyebabkan gejala alih kode dan campur kode. Faktor guru yang kurang dalam penguasaan kosa kata bahasa Indonesia menjadi penyebab timbulnya gejala campur kode. Faktor sosial antara guru dan murid menjadi penyebab gejala campur kode, selain itu faktor kebiasaan dalam pelafalan bahasa Jawa serang akan menimbulkan gejala penyimpangan bahasa.