Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Psikologis dan Sosial Kecanduan TikTok: Studi pada Mahasiswa Sosiologi Universitas Nusa Cendana Angkatan 2021 dan 2024 Irma Angelika Blegur; Yosep E Jelahut; Lenny S Bire Manoe; Hotlif A Nope
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1593

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak psikologis dan sosial dari kecanduan TikTok pada mahasiswa Program Studi Sosiologi Universitas Nusa Cendana angkatan 2021 dan 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kriteria mahasiswa yang menggunakan TikTok lebih dari lima jam per hari. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan mengacu pada teori Uses and Gratifications. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecanduan TikTok menimbulkan dampak psikologis berupa fear of missing out (FoMO) dan gangguan konsentrasi yang berpengaruh pada penurunan produktivitas akademik. Dari sisi sosial, ditemukan penurunan interaksi langsung serta pergeseran relasi ke komunitas virtual yang cenderung kurang mendalam secara emosional. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan TikTok tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan dan informasi, tetapi juga sebagai medium pembentukan keterikatan sosial dan identitas digital yang berpotensi menimbulkan ketergantungan. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan kemampuan regulasi diri dalam penggunaan media sosial agar mahasiswa mampu menjaga keseimbangan antara aktivitas akademik, kehidupan sosial, dan penggunaan media digital secara bijak.
Eksistensi To’is pada Masyarakat Desa Poli di Era Modern Dita Afi; Hotlif A Nope; Yosep E Jelahut; Aelsthri Ndandara
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1582

Abstract

Perkembangan modernisasi sering diasumsikan menyebabkan melemahnya budaya lokal, khususnya dalam praktik komunikasi tradisional. Namun, sebagian besar penelitian masih berfokus pada erosi budaya dan belum banyak mengkaji bagaimana praktik komunikasi tradisional tetap bertahan sebagai sistem sosial yang hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi To’is serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutannya di Desa Poli. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus, melibatkan 6 informan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa To’is tetap eksis sebagai sistem komunikasi simbolik yang dipahami secara kolektif, memiliki dimensi emosional, serta berperan dalam membangun solidaritas sosial. Keberlanjutannya dipengaruhi oleh warisan budaya, peran tokoh adat, dukungan pemerintah desa, kesadaran kolektif, dan praktik sosial yang terus direproduksi. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis To’is sebagai praktik komunikasi yang bertahan melalui mekanisme habitus. Temuan ini menunjukkan bahwa modernisasi tidak selalu menghilangkan budaya lokal, tetapi dapat berjalan berdampingan melalui adaptasi yang kontekstual.