Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Ketidakadilan Gender pada Pedagang Perempuan di Sektor Informal (Studi Kasus Penjual Sayur di Pasar Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang) Roswita Bobe; Balkis S Tanof; Aelsthri Ndandara; Chris S Oiladang
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1595

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, faktor penyebab, dan dampak ketidakadilan gender pada pedagang perempuan di Pasar Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap delapan informan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk ketidakadilan gender meliputi beban ganda, keterbatasan akses terhadap sumber daya ekonomi, serta ketidakadilan dalam interaksi sosial. Faktor penyebab utama meliputi budaya patriarki, keterbatasan akses terhadap modal dan informasi, serta tekanan ekonomi keluarga. Dampak yang ditimbulkan meliputi kelelahan fisik dan mental, rendah dan tidak stabilnya pendapatan, serta keterbatasan modal usaha yang menghambat pengembangan ekonomi perempuan. Kondisi ini menunjukkan bahwa pedagang perempuan berada dalam situasi kerentanan ekonomi dan sosial akibat ketidakadilan gender yang bersifat struktural. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemberdayaan perempuan melalui peningkatan akses terhadap sumber daya ekonomi, dukungan kelembagaan, serta perubahan pola pikir masyarakat guna mewujudkan kesetaraan gender dalam sektor informal.
Eksistensi To’is pada Masyarakat Desa Poli di Era Modern Dita Afi; Hotlif A Nope; Yosep E Jelahut; Aelsthri Ndandara
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1582

Abstract

Perkembangan modernisasi sering diasumsikan menyebabkan melemahnya budaya lokal, khususnya dalam praktik komunikasi tradisional. Namun, sebagian besar penelitian masih berfokus pada erosi budaya dan belum banyak mengkaji bagaimana praktik komunikasi tradisional tetap bertahan sebagai sistem sosial yang hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi To’is serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutannya di Desa Poli. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus, melibatkan 6 informan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa To’is tetap eksis sebagai sistem komunikasi simbolik yang dipahami secara kolektif, memiliki dimensi emosional, serta berperan dalam membangun solidaritas sosial. Keberlanjutannya dipengaruhi oleh warisan budaya, peran tokoh adat, dukungan pemerintah desa, kesadaran kolektif, dan praktik sosial yang terus direproduksi. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis To’is sebagai praktik komunikasi yang bertahan melalui mekanisme habitus. Temuan ini menunjukkan bahwa modernisasi tidak selalu menghilangkan budaya lokal, tetapi dapat berjalan berdampingan melalui adaptasi yang kontekstual.
Eskalasi Perilaku Seksual Mahasiswa pada Kos Campuran dengan Pengawasan Rendah di Kelurahan Tenda Kabupaten Manggarai Alfian Jemali; Aelsthri Ndandara; Lasarus Jehamat; Balkis Soraya Tanof
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, September 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i3.1694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tahapan eskalasi perilaku seksual serta faktor-faktor yang memengaruhinya pada mahasiswa penghuni kos campuran di Kelurahan Tenda, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 15 informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan snowball sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan teori psikodinamik Sigmund Freud dan perspektif fakta sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku seksual mahasiswa berkembang melalui empat tahapan, yaitu pembentukan kedekatan emosional, normalisasi kontak fisik, intensifikasi keintiman, dan hubungan seksual (coitus). Eskalasi perilaku tersebut dipengaruhi oleh lingkungan kos yang permisif, pengaruh teman sebaya, lemahnya kontrol sosial, dan menurunnya internalisasi nilai religius. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perilaku seksual mahasiswa tidak hanya dipengaruhi oleh dorongan psikologis individu, tetapi juga oleh kondisi sosial yang memberikan peluang bagi berkembangnya hubungan intim. Integrasi teori psikodinamik dan fakta sosial menjelaskan bahwa fenomena seks bebas merupakan hasil interaksi antara libido individu dan lingkungan sosial yang permisif.