Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tahapan eskalasi perilaku seksual serta faktor-faktor yang memengaruhinya pada mahasiswa penghuni kos campuran di Kelurahan Tenda, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 15 informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan snowball sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan teori psikodinamik Sigmund Freud dan perspektif fakta sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku seksual mahasiswa berkembang melalui empat tahapan, yaitu pembentukan kedekatan emosional, normalisasi kontak fisik, intensifikasi keintiman, dan hubungan seksual (coitus). Eskalasi perilaku tersebut dipengaruhi oleh lingkungan kos yang permisif, pengaruh teman sebaya, lemahnya kontrol sosial, dan menurunnya internalisasi nilai religius. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perilaku seksual mahasiswa tidak hanya dipengaruhi oleh dorongan psikologis individu, tetapi juga oleh kondisi sosial yang memberikan peluang bagi berkembangnya hubungan intim. Integrasi teori psikodinamik dan fakta sosial menjelaskan bahwa fenomena seks bebas merupakan hasil interaksi antara libido individu dan lingkungan sosial yang permisif.
Copyrights © 2026