Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pembuatan dan Sosialisasi Alat Pembakaran Sampah Minim Asap di Desa Ulu Sawa Kec. Sawa Kabupaten Konawe Utara La Ode Liaumin Azim; Pitrah Asfian; Lade Albar Kalza; Agnes Mersatika Hartoyo; Rastika Diyanti Liaran
Shihatuna : Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Desember
Publisher : FKM UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/shihatuna.v5i2.26034

Abstract

Sampah menjadi permasalahan utama di Desa Ulu Sawa, Kecamatan Sawa, Kabupaten Konawe Utara, karena belum tersedianya Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kondisi ini membuat masyarakat sering membakar sampah secara terbuka yang menimbulkan asap berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan solusi melalui pembuatan dan sosialisasi alat pembakaran sampah minim asap yang sederhana, murah, dan mudah dibuat. Alat berbahan drum bekas ini dimodifikasi dengan ventilasi khusus agar asap yang dihasilkan lebih sedikit. Pembuatan alat dilakukan selama sepuluh hari, kemudian disosialisasikan kepada pemerintah desa dan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa alat ini efektif mengurangi asap serta meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya pembakaran terbuka dan cara pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan
Pemberdayaan kelompok perempuan dalam pencegahan stunting melalui diversifikasi pangan lokal di Desa Ulu Sawa, Konawe Utara La Ode Liaumin Azim; Pitrah Asfian; Lade Albar Kalza; La Ode Ahmad Saktiansyah; Agnes Mersatika Hartoyo; Kamrin Kamrin
Tintamas: Jurnal Pengabdian Indonesia Emas Vol. 3 No. 2 (2026): Tintamas: Jurnal Pengabdian Indonesia Emas
Publisher : Nur Science Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53088/tintamas.v3i2.3108

Abstract

Stunting remains one of the nutritional issues that requires serious attention because it impacts physical growth, cognitive development, and the quality of human resources. One preventive measure that can be implemented at the community level is to empower mothers’ groups through local food diversification. This community service activity aims to improve mothers’ knowledge about stunting prevention through the diversification of local foods in Ulu Sawa Village, North Konawe. The methods used include education and mentoring for groups of mothers through outreach sessions on stunting, the importance of balanced nutrition, and the utilization of local foods as a source of nutritious food for children and families. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests to measure changes in participants’ knowledge levels before and after the activity. The results of the community service program showed an increase in mothers’ knowledge following the program’s implementation. These results indicate that the implemented community service program was effective in increasing mothers’ knowledge of stunting prevention. Thus, empowering mothers’ groups through the diversification of local foods can serve as a relevant and sustainable strategy in supporting efforts to prevent stunting at the village level.
Efektivitas Program Edukasi Gizi Dalam Meningkatkan Pencegahan Penyakit Melalui Pola Makan Sehat di Kota Kendari Kamrin; Lade Albar Kalza; La Ode Liaumin Azim
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1173

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia dan menjadi penyebab utama kematian masyarakat. Salah satu upaya promotif dan preventif yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko PTM adalah melalui program edukasi gizi yang bertujuan meningkatkan perilaku makan sehat masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program edukasi gizi dalam meningkatkan pencegahan penyakit melalui pola makan sehat di Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan pendekatan one group pre-test dan post-test. Jumlah responden sebanyak 90 orang yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang meliputi pengetahuan gizi, perilaku makan sehat, dan kesadaran pencegahan penyakit. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh variabel setelah diberikan intervensi edukasi gizi. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 3,20 menjadi 5,50 dengan p-value 0,001. Perilaku makan sehat meningkat dari 14,80 menjadi 19,50 dengan p-value 0,002, sedangkan kesadaran pencegahan penyakit meningkat dari 15,20 menjadi 20,10 dengan p-value 0,001. Hasil tersebut menunjukkan bahwa program edukasi gizi efektif dalam meningkatkan pencegahan penyakit melalui perubahan perilaku makan sehat masyarakat. Kata kunci: edukasi gizi, perilaku makan sehat, pencegahan penyakit, kesehatan masyarakat, pola makan sehat
Pemberdayaan Masyarakat Desa Tudungano Melalui Pengembangan Tanaman Obat Keluarga (Toga) Sebagai Upaya Kemandirian Kesehatan Kamrin; La Ode Liaumin Azim; Lade Albar Kalza; La Ode Ahmad Saktiansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v4i4.2063

Abstract

Upaya peningkatan kemandirian kesehatan masyarakat dapat dilakukan melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA). Desa Tudungano memiliki potensi lahan pekarangan rumah yang luas, namun belum dimanfaatkan secara optimal untuk penanaman tanaman obat sebagai pencegahan dan penanganan penyakit ringan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya TOGA sehingga masyarakat dapat melakukan pencegahan penyakit secara mandiri. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, pelatihan teknik budidaya TOGA, pendampingan kelompok, serta distribusi bibit tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 87% terkait manfaat TOGA, terbentuk dua kelompok binaan TOGA, serta realisasi penanaman lebih dari 350 bibit tanaman di 40 rumah sasaran. Masyarakat juga mulai menerapkan tanaman herbal untuk penanganan batuk, demam, dan masalah pencernaan ringan. Program ini berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan sehat serta kemandirian kesehatan berbasis rumah tangga. Program berpotensi dilanjutkan dengan produksi simplisia dan pengembangan produk herbal.