Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kerangka Epistemologi Ilmu dalam Islam: Integrasi Bayani, Burhani, Tajribi dan Irfani Siti Juariah; Budi Handrianto; Hasbi Indra
GLOBAL: Jurnal Lentera BITEP Vol. 4 No. 02 (2026): April 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/global.v4i01.1153

Abstract

Metode ilmiah dalam Islam memiliki karakteristik yang khas dan komprehensif karena tidak hanya bersandar pada rasionalitas dan pengalaman empiris, tetapi juga pada wahyu dan pengalaman spiritual. Islam memandang ilmu sebagai sarana untuk memahami realitas kehidupan sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam tradisi keilmuan Islam, terdapat empat metode utama yang digunakan dalam memperoleh dan mengembangkan ilmu pengetahuan, yaitu metode bayani, burhani, tajribi, dan irfani. Metode bayani menekankan pemahaman teks wahyu sebagai sumber utama kebenaran, metode burhani menggunakan akal dan penalaran logis, metode tajribi berlandaskan pengamatan dan eksperimen empiris, sedangkan metode irfani bersumber dari intuisi dan pengalaman spiritual. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam metode ilmiah dalam Islam melalui pembahasan keempat metode tersebut serta menjelaskan peran dan kontribusinya dalam tradisi keilmuan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa keempat metode tersebut saling melengkapi dan membentuk sistem keilmuan Islam yang holistik, seimbang, dan bernilai ketuhanan.
Hakikat Manusia dalam Al Quran : Pendekatan Tafsir Tematik dan Relevansinya bagi Kehidupan Modern Siti Juariah; Akhmad Alim
GLOBAL: Jurnal Lentera BITEP Vol. 4 No. 01 (2026): Februari 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/global.v4i01.1154

Abstract

Al-Qur’an memandang manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang memiliki kedudukan istimewa serta dimensi kehidupan yang bersifat multidimensional. Pemahaman tentang konsep manusia menjadi fondasi penting dalam pengembangan pendidikan, pembinaan karakter, dan penguatan etika kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis konsep manusia dalam Al-Qur’an melalui tiga istilah utama, yaitu al-basyar, al-insān, dan Banī Ādam, serta menganalisis relevansinya dalam kehidupan manusia kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan metode tafsir tematik (maudhu‘ī). Data dikumpulkan melalui penghimpunan ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan konsep manusia, kemudian dianalisis secara holistik dengan merujuk pada tafsir klasik dan kontemporer, serta diperkuat dengan perspektif psikologi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa istilah al-basyar menegaskan manusia sebagai makhluk biologis yang berasal dari unsur materi, memiliki kebutuhan jasmani, dan tunduk pada hukum alam. Al-insān menggambarkan manusia sebagai makhluk berakal dan bermoral yang memiliki potensi spiritual, namun juga lemah secara psikologis, sehingga memerlukan bimbingan wahyu dan proses penyucian jiwa (tazkiyat al-nafs). Banī Ādam menekankan manusia sebagai makhluk sosial dan historis yang dimuliakan Allah SWT, memiliki kesetaraan derajat, serta dibebani tanggung jawab etis dalam kehidupan bermasyarakat. Ketiga konsep tersebut membentuk satu kesatuan antropologi Qur’ani yang menekankan keseimbangan antara dimensi jasmani, psikologis-spiritual, dan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman holistik tentang konsep manusia dalam Al-Qur’an memiliki relevansi kuat dalam menjawab tantangan kehidupan modern, khususnya dalam bidang pendidikan, pembinaan karakter, kesehatan mental, dan penguatan etika sosial. Oleh karena itu, konsep manusia dalam Al-Qur’an dapat dijadikan landasan integratif dalam pengembangan paradigma Pendidikan Agama Islam yang berorientasi pada pembentukan manusia seutuhnya.