Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Green Pesantren Sebagai Model Manajemen Pendidikan Islam Berbasis Lingkungan Wulan Oktarina; Rahmani Uswatun Khasanah; Exsy Setiawan; M. Daffa Abhiyasa; Diyah Puspita Sari; Cindi Amanda Nabila Sari
Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat (JIPM) Vol 3 No 4 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The escalating environmental crisis requires educational institutions, including Islamic boarding schools (pesantren), to play an active role in fostering ecological awareness grounded in Islamic values. However, in practice, the management of Islamic boarding school education tends to focus primarily on academic and religious aspects without systematically integrating environmental concerns. In fact, Islamic teachings emphasize the role of humans as khalifah (stewards) on earth who are responsible for preserving environmental sustainability. This study aims to formulate and describe the implementation of the green pesantren concept as an environmentally based model of Islamic educational management that integrates institutional aspects, curriculum, culture, and sustainable facilities management. This study employed a library research method with a descriptive qualitative approach by reviewing various books, scientific journals, and relevant studies on Islamic educational management, environmental education, and Islamic ecotheology. The findings indicate that the implementation of green pesantren can be realized through environmentally friendly institutional policies, the integration of environmental values into the curriculum, the establishment of an environmentally conscious pesantren culture through habituation and role modeling, and the management of facilities and infrastructure, including waste management, water conservation, and greening programs. Collectively, these efforts can enhance ecological awareness and shape students' character to become environmentally responsible individuals. Therefore, the green pesantren model can be regarded as a strategic solution for developing a holistic and sustainable model of Islamic educational management, as it balances the intellectual, spiritual, and socio-ecological dimensions of learners in responding to global challenges.
Madrasah Dalam Sistem Pendidikan Nasional: Analisis Kebijakan Integrasi Dan Transformasi Eka Putri Rahayu; Erik Agus Setiawan; Diyah Puspita Sari; Rohimin; Afriantoni
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.561

Abstract

Madrasah merupakan bagian integral dari Sistem Pendidikan Nasional Indonesia yang memiliki karakteristik khas melalui perpaduan antara pendidikan umum dan pendidikan keagamaan Islam. Keberadaan madrasah tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai moral, serta pengembangan sikap religius peserta didik. Dalam konteks pembangunan nasional, madrasah memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang beriman, berakhlak mulia, berilmu pengetahuan, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Secara historis, posisi madrasah mengalami perkembangan yang cukup signifikan sejak masa awal kemerdekaan hingga era reformasi. Pengakuan formal terhadap madrasah semakin kuat melalui berbagai kebijakan pemerintah, terutama setelah diberlakukannya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menempatkan madrasah sebagai bagian yang setara dengan sekolah umum dalam sistem pendidikan nasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) yang dilakukan melalui pengkajian berbagai dokumen kebijakan pendidikan, peraturan perundang-undangan, artikel ilmiah, buku, serta sumber-sumber relevan lainnya yang berkaitan dengan perkembangan madrasah di Indonesia. Analisis dilakukan untuk memahami posisi, peran, tantangan, dan arah transformasi madrasah dalam menghadapi tuntutan pendidikan modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan integrasi madrasah ke dalam Sistem Pendidikan Nasional telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan legitimasi kelembagaan, kesetaraan status lulusan, standardisasi kurikulum, serta perluasan akses pendidikan bagi masyarakat. Selain itu, madrasah semakin memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi dalam berbagai program peningkatan mutu pendidikan yang diselenggarakan pemerintah. Namun demikian, madrasah masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan sarana dan prasarana, kualitas serta pemerataan tenaga pendidik, keterbatasan pembiayaan, dan adanya persepsi sosial yang belum sepenuhnya menempatkan madrasah setara dengan sekolah umum. Di sisi lain, transformasi madrasah saat ini ditandai dengan modernisasi tata kelola, pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran, penguatan pendidikan karakter dan moderasi beragama, serta pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan abad ke-21. Dengan berbagai potensi yang dimiliki, madrasah dapat menjadi model pendidikan yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai religius, wawasan kebangsaan, dan penguasaan ilmu pengetahuan modern. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang berkelanjutan dan komprehensif untuk meningkatkan mutu, pemerataan akses, serta daya saing madrasah di masa depan