Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Penguatan Well-Being Spiritual Santri Berbasis Sistem Pembelajaran Terpadu di Pondok Pesantren Sa’adatud Daroien Palembang Masagus Ronaldi; Eka Putri Rahayu; Ayatullah Omar; Atik Kusmawati; Kurnia Sari; Wulan Oktarina
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.11884

Abstract

Well-being spiritual merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan kepribadian santri karena berkaitan dengan ketenangan batin, kesadaran religius, dan kemampuan memaknai kehidupan secara positif. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang efektif untuk memperkuat well-being spiritual santri melalui sistem pendidikan yang diterapkan di pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi well-being spiritual santri, peran sistem pembelajaran terpadu, serta strategi penguatan well-being spiritual santri di Pondok Pesantren Sa’adatud Daroien Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi well-being spiritual santri tergolong baik, yang ditandai dengan konsistensi dalam menjalankan ibadah, keterlibatan aktif dalam kegiatan keagamaan, serta munculnya ketenangan batin dalam kehidupan sehari-hari. Sistem pembelajaran terpadu yang mengintegrasikan pendidikan diniyah dan pendidikan formal berperan dalam membentuk kesadaran religius dan internalisasi nilai-nilai keislaman secara lebih mendalam. Selain itu, strategi penguatan well-being spiritual dilakukan melalui pembiasaan ibadah, pembinaan akhlak, serta pendampingan yang berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lingkungan pesantren yang religius dan sistem pembelajaran terpadu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penguatan well-being spiritual santri secara berkelanjutan.
Madrasah Dalam Sistem Pendidikan Nasional: Analisis Kebijakan Integrasi Dan Transformasi Eka Putri Rahayu; Erik Agus Setiawan; Diyah Puspita Sari; Rohimin; Afriantoni
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.561

Abstract

Madrasah merupakan bagian integral dari Sistem Pendidikan Nasional Indonesia yang memiliki karakteristik khas melalui perpaduan antara pendidikan umum dan pendidikan keagamaan Islam. Keberadaan madrasah tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai moral, serta pengembangan sikap religius peserta didik. Dalam konteks pembangunan nasional, madrasah memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang beriman, berakhlak mulia, berilmu pengetahuan, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Secara historis, posisi madrasah mengalami perkembangan yang cukup signifikan sejak masa awal kemerdekaan hingga era reformasi. Pengakuan formal terhadap madrasah semakin kuat melalui berbagai kebijakan pemerintah, terutama setelah diberlakukannya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menempatkan madrasah sebagai bagian yang setara dengan sekolah umum dalam sistem pendidikan nasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) yang dilakukan melalui pengkajian berbagai dokumen kebijakan pendidikan, peraturan perundang-undangan, artikel ilmiah, buku, serta sumber-sumber relevan lainnya yang berkaitan dengan perkembangan madrasah di Indonesia. Analisis dilakukan untuk memahami posisi, peran, tantangan, dan arah transformasi madrasah dalam menghadapi tuntutan pendidikan modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan integrasi madrasah ke dalam Sistem Pendidikan Nasional telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan legitimasi kelembagaan, kesetaraan status lulusan, standardisasi kurikulum, serta perluasan akses pendidikan bagi masyarakat. Selain itu, madrasah semakin memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi dalam berbagai program peningkatan mutu pendidikan yang diselenggarakan pemerintah. Namun demikian, madrasah masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan sarana dan prasarana, kualitas serta pemerataan tenaga pendidik, keterbatasan pembiayaan, dan adanya persepsi sosial yang belum sepenuhnya menempatkan madrasah setara dengan sekolah umum. Di sisi lain, transformasi madrasah saat ini ditandai dengan modernisasi tata kelola, pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran, penguatan pendidikan karakter dan moderasi beragama, serta pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan abad ke-21. Dengan berbagai potensi yang dimiliki, madrasah dapat menjadi model pendidikan yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai religius, wawasan kebangsaan, dan penguasaan ilmu pengetahuan modern. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang berkelanjutan dan komprehensif untuk meningkatkan mutu, pemerataan akses, serta daya saing madrasah di masa depan
Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Sebagai Upaya Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Perempuan Ulfa Kusnia; Akhwalis Shalihah; Firdaus; Eka Putri Rahayu; Selvi Imelda; Nadia Fitri Santika; Annisa Salsabilla; Raihan Hidayatullah
Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat (JIPM) Vol 3 No 3 (2026): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah minyak jelantah merupakan residu rumah tangga yang dihasilkan setiap hari dan sering kali dibuang begitu saja ke lingkungan. Kebiasaan ini tidak hanya memicu penyumbatan saluran drainase, tetapi juga mencemari air tanah dan merusak struktur porositas tanah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan intervensi ekologis sekaligus ekonomis melalui pemberdayaan perempuan di Desa Tanjung, Kecamatan Rambang. Program ini berfokus pada inovasi pengolahan limbah minyak jelantah menjadi produk turunan bernilai jual tinggi, yakni lilin aromaterapi. Kegiatan dilaksanakan pada 05 Februari 2026 bertempat di Posko KKN, dengan melibatkan 20 peserta yang didominasi oleh kader PKK dan remaja putri. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui tiga tahapan: sosialisasi edukatif, demonstrasi teknologi purifikasi sederhana menggunakan arang aktif, dan praktik produksi langsung. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa inovasi produk ramah lingkungan (eco-friendly) berbasis limbah domestik tidak hanya memitigasi krisis ekologi di pedesaan, tetapi juga berpotensi membuka peluang ekonomi kreatif baru guna meningkatkan kemandirian finansial rumah tangga.