This study was motivated by the suboptimal implementation of deep learning in Pancasila Education at the elementary school level, resulting in the underdevelopment of students’ critical reasoning dimension. Learning activities tended to be teacher-centered and memorization-oriented, causing Pancasila values not to be optimally internalized in students’ daily lives. This study discusses: (1) the planning of the implementation of a deep learning approach based on critical reflection, (2) the implementation process, and (3) the evaluation of the implementation. The study aims to describe the implementation of a deep learning approach based on critical reflection in Pancasila Education to develop the critical reasoning dimension of Grade III students at SD Negeri 1 Nyitdah. The theories used in this study were constructivism theory and moral theory. This research employed a qualitative approach with a case study design. The research subjects consisted of the principal, Grade III teacher, and students. Data were collected through observation, interviews, and documentation studies. The data were analyzed using descriptive qualitative analysis through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that: (1) the planning stage was carried out through meaningful learning activities, learning instruments, and reflective evaluation design; (2) the implementation stage was conducted through discussions, scaffolding, and critical reflection that encouraged active student participation; and (3) the evaluation emphasized the thinking process and indicated the development of students’ critical reasoning in expressing opinions, providing reasons, and relating learning to daily life. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya implementasi pembelajaran mendalam dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar, sehingga pengembangan dimensi penalaran kritis peserta didik belum terlaksana secara maksimal. Pembelajaran masih cenderung berpusat pada guru dan berorientasi pada hafalan sehingga nilai-nilai Pancasila belum terinternalisasi secara optimal dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Penelitian ini membahas: (1) perencanaan implementasi pendekatan pembelajaran mendalam berbasis refleksi kritis, (2) pelaksanaan implementasi pembelajaran, dan (3) evaluasi implementasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan pembelajaran mendalam berbasis refleksi kritis dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk mengembangkan dimensi penalaran kritis peserta didik kelas III SD Negeri 1 Nyitdah. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah teori konstruktivisme dan teori moral. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas III, dan peserta didik. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan implementasi pembelajaran telah disusun melalui perancangan aktivitas pembelajaran bermakna, perangkat pembelajaran, dan evaluasi reflektif; (2) pelaksanaan pembelajaran dilakukan melalui diskusi, scaffolding, serta refleksi kritis yang mendorong partisipasi aktif peserta didik; dan (3) evaluasi pembelajaran menekankan proses berpikir serta menunjukkan perkembangan penalaran kritis peserta didik dalam mengemukakan pendapat, memberikan alasan, dan menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari.