Gel transfersom merupakan sediaan semipadat yang mengandung vesikel transfersom dengan kemampuan meningkatkan penetrasi ke dalam kulit sehingga berpotensi digunakan sebagai sistem penghantaran transdermal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengevaluasi stabilitas basis gel transfersom menggunakan fosfatidilkolin sebagai komponen pembentuk vesikel dan Tween 80 sebagai surfaktan untuk meningkatkan elastisitas vesikel. Penelitian ini difokuskan pada formulasi basis gel transfersom tanpa penambahan zat aktif, sehingga evaluasi dilakukan terhadap karakteristik fisik dan stabilitas sediaan. Karakterisasi awal meliputi uji organoleptik, pengukuran pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, serta analisis ukuran partikel menggunakan Particle Size Analyzer (PSA). Seluruh parameter evaluasi dilakukan pada penyimpanan suhu 25 °C dan 40 °C selama 4 minggu. Selain itu, uji stabilitas dipercepat dilakukan hingga minggu ke-12 menggunakan climatic chamber pada suhu 40 °C ± 2 °C dan kelembapan relatif 75% ± 5%, dengan parameter yang diamati meliputi organoleptik, pH, dan ukuran partikel. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa selama penyimpanan tidak terjadi perubahan warna, bentuk, maupun bau sediaan. Nilai pH berada pada rentang 6–7 dan masih sesuai dengan persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI). Ukuran partikel rata-rata dan indeks polidispersitas pada minggu ke-4 masing-masing sebesar 229,4 nm dan 0,687, kemudian menurun pada minggu ke-12 menjadi 172,2 nm dan 0,476. Tidak ditemukan adanya aglomerasi selama penyimpanan, yang menunjukkan kestabilan fisik sediaan yang baik. Secara keseluruhan, formulasi basis gel transfersom yang dihasilkan memenuhi persyaratan mutu fisik dan stabilitas, sehingga berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sistem pembawa transdermal dengan penambahan zat aktif pada penelitian selanjutnya.