Amalia
Universitas Negeri Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PENGALAMAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL), MOTIVASI KERJA, KEMAMPUAN SOFT SKILL TERHADAP TINGKAT KESIAPAN KERJA SISWA TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN DI SMK KABUPATEN MAMASA Amalia; Amiruddin; Riana Tangkin Mangesa
UNM Journal of Technology and Vocational Volume 10, Issue 2, May (2026)
Publisher : Program Studi S2 Pendidikan Teknologi dan Kejuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sh65mp89

Abstract

Pendidikan vokasi pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki peran strategis dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengalaman praktik kerja lapangan (PKL), motivasi kerja, dan kemampuan soft skill terhadap kesiapan kerja siswa Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di empat SMK Negeri di Kabupaten Mamasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanansi desain ex-post facto, penelitian ini melibatkan 86 siswa kelas XII sebagai sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan bantuan SPSS melalui analisis regresi sederhana dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman PKL berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja siswa, dengan nilai R² sebesar 0, 235 yang berarti kontribusinya sebesar 23,5% terhadap kesiapan kerja. Sementara itu, kemampuan soft skill berpengaruh positif dan sangat signifikan serta menjadi variabel yang paling dominan dalam meningkatkan kesiapan kerja. Secara simultan, pengalaman PKL, motivasi kerja dan kemampuan soft skill berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja dengan kontribusi sebesar 43,8%. Dapat disimpulkan bahwa untuk mencapai kesiapan kerja yang ideal, diperlukan kolaborasi antara penguatan kurikulum berbasis industri oleh lembaga, pengembangan karakter mandiri oleh siswa, serta pemahaman mendalam terhadap berbagai variabel psikologi teknik yang mempengaruhinya.