Muhammad Arief Rusyidi
Universitas Medan Area

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Restrukturasi politik kedaulatan pangan di Indonesia: Integrasi tata kelola sumber daya lokal dan teknologi pangan modern Muhammad Arief Rusyidi; Miftahul Husna Siregar
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 6 No. 2 (2026): Sixth Edition
Publisher : Departemen Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Hukum Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v6i2.1015

Abstract

Kedaulatan pangan menjadi isu strategis dalam pembangunan nasional Indonesia di tengah perubahan iklim, pertumbuhan populasi, degradasi lingkungan, alih fungsi lahan, dan ketergantungan terhadap pasar pangan global. Penelitian ini bertujuan menganalisis politik kedaulatan pangan berkelanjutan di Indonesia melalui integrasi restrukturasi tata kelola sumber daya alam lokal dan pemanfaatan teknologi pangan modern. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan deskriptif kualitatif, menggunakan data sekunder dari buku, artikel jurnal ilmiah, prosiding, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kedaulatan pangan tidak cukup diwujudkan melalui peningkatan produksi dan swasembada, tetapi memerlukan tata kelola yang adil, partisipatif, dan berpihak kepada petani serta masyarakat lokal. Kajian ini juga menemukan tiga hambatan utama, yaitu ketimpangan akses sumber daya agraria, lemahnya distribusi dan hilirisasi pangan lokal, serta rendahnya adopsi teknologi pangan modern. Temuan ini menegaskan bahwa kedaulatan pangan berkelanjutan dapat diwujudkan melalui sinergi reforma agraria, penguatan pangan lokal, pengembangan teknologi pangan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta integrasi kebijakan agraria dan digitalisasi pangan dalam sistem pangan nasional. Dengan demikian, artikel ini menawarkan kerangka integratif yang menempatkan sumber daya lokal dan teknologi sebagai penopang utama kemandirian, efisiensi, dan keberlanjutan sistem pangan Indonesia secara nasional di masa mendatang.