Kedaulatan pangan menjadi isu strategis dalam pembangunan nasional Indonesia di tengah perubahan iklim, pertumbuhan populasi, degradasi lingkungan, alih fungsi lahan, dan ketergantungan terhadap pasar pangan global. Penelitian ini bertujuan menganalisis politik kedaulatan pangan berkelanjutan di Indonesia melalui integrasi restrukturasi tata kelola sumber daya alam lokal dan pemanfaatan teknologi pangan modern. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan deskriptif kualitatif, menggunakan data sekunder dari buku, artikel jurnal ilmiah, prosiding, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kedaulatan pangan tidak cukup diwujudkan melalui peningkatan produksi dan swasembada, tetapi memerlukan tata kelola yang adil, partisipatif, dan berpihak kepada petani serta masyarakat lokal. Kajian ini juga menemukan tiga hambatan utama, yaitu ketimpangan akses sumber daya agraria, lemahnya distribusi dan hilirisasi pangan lokal, serta rendahnya adopsi teknologi pangan modern. Temuan ini menegaskan bahwa kedaulatan pangan berkelanjutan dapat diwujudkan melalui sinergi reforma agraria, penguatan pangan lokal, pengembangan teknologi pangan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta integrasi kebijakan agraria dan digitalisasi pangan dalam sistem pangan nasional. Dengan demikian, artikel ini menawarkan kerangka integratif yang menempatkan sumber daya lokal dan teknologi sebagai penopang utama kemandirian, efisiensi, dan keberlanjutan sistem pangan Indonesia secara nasional di masa mendatang.
Copyrights © 2026