Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Upaya Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Pengguna Shopee Dalam Transaksi Belanja Online Miftahul Husna Siregar; Irsalina Rizki Nasution
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 7, No 1 (2024): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), August
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v7i1.2230

Abstract

The purpose of this study is to analyze the forms, efforts, and obstacles of legal protection for consumers in online shopping transactions on Shopee. Using a normative juridical approach, this descriptive research aims to illustrate the related legal phenomena. Based on Law No. 8 of 1999 and Law No. 19 of 2016, Shopee requires sellers to provide clear product descriptions. Consumer protection includes the prohibition of harmful standard clauses and the obligation for sellers to ensure product conformity. Shopee also mandates that buyers pay on time, granting sellers the right to cancel transactions if payment is not made. Challenges include complicated return processes and slow verification. Users can optimize services, file complaints, and resolve disputes.
Restrukturasi politik kedaulatan pangan di Indonesia: Integrasi tata kelola sumber daya lokal dan teknologi pangan modern Muhammad Arief Rusyidi; Miftahul Husna Siregar
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 6 No. 2 (2026): Sixteenth Edition
Publisher : Departemen Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Hukum Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v6i2.1015

Abstract

Kedaulatan pangan menjadi isu strategis dalam pembangunan nasional Indonesia di tengah perubahan iklim, pertumbuhan populasi, degradasi lingkungan, alih fungsi lahan, dan ketergantungan terhadap pasar pangan global. Penelitian ini bertujuan menganalisis politik kedaulatan pangan berkelanjutan di Indonesia melalui integrasi restrukturasi tata kelola sumber daya alam lokal dan pemanfaatan teknologi pangan modern. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan deskriptif kualitatif, menggunakan data sekunder dari buku, artikel jurnal ilmiah, prosiding, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kedaulatan pangan tidak cukup diwujudkan melalui peningkatan produksi dan swasembada, tetapi memerlukan tata kelola yang adil, partisipatif, dan berpihak kepada petani serta masyarakat lokal. Kajian ini juga menemukan tiga hambatan utama, yaitu ketimpangan akses sumber daya agraria, lemahnya distribusi dan hilirisasi pangan lokal, serta rendahnya adopsi teknologi pangan modern. Temuan ini menegaskan bahwa kedaulatan pangan berkelanjutan dapat diwujudkan melalui sinergi reforma agraria, penguatan pangan lokal, pengembangan teknologi pangan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta integrasi kebijakan agraria dan digitalisasi pangan dalam sistem pangan nasional. Dengan demikian, artikel ini menawarkan kerangka integratif yang menempatkan sumber daya lokal dan teknologi sebagai penopang utama kemandirian, efisiensi, dan keberlanjutan sistem pangan Indonesia secara nasional di masa mendatang.
TRANSFORMASI POTENSI PEMUDA DALAM MENDUKUNG TATA KELOLA DESA PARTISIPATIF DI KABANJAHE KABUPATEN KARO Walid Musthafa Sembiring; Fuad Putera Perdana Ginting; Miftahul Husna Siregar; Bimby Hidayat; Taufik Abdullah
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v7i1.25250

Abstract

This study aims to analyze the role of youth in supporting participatory village governance in Kabanjahe Subdistrict, Karo Regency. The method used is a qualitative approach with case study techniques. Data collection was carried out using in-depth interviews and documentation studies. The data was analyzed interactively through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that youth have a significant role. Specifically, youth in village governance can be agents of innovative change, as social control and village development, such as involvement in Musrenbangdes and economic development. However, this role is constrained by village cultural norms, village institutions, and limited formal participation spaces. The study concludes that there is a need for collective awareness of the potential of youth, the importance of institutionalizing youth participation in village government policy-making, and the need for an ecosystem that includes collaborative and affirmative approaches to the role of youth.