Permasalahan obesitas terus meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup modern yang cenderung minim aktivitas fisik. Upaya pengendalian berat badan memerlukan pendekatan yang komprehensif, di antaranya melalui senam aerobik dan pengelolaan Basal Metabolic Rate (BMR) sebagai faktor fisiologis yang berpengaruh terhadap metabolisme energi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara senam aerobik dan BMR terhadap perubahan berat badan pada anggota Sanggar Senam RKC. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh anggota Sanggar Senam RKC di Desa Tambusai Utara sebanyak 25 orang, yang sekaligus dijadikan sampel dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran berat badan sebelum dan sesudah latihan, perhitungan BMR menggunakan rumus Mifflin-St Jeor, serta penyebaran kuesioner aktivitas fisik. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang sangat kuat dan signifikan antara senam aerobik dengan perubahan berat badan (r = -0,825; p < 0,05) serta antara BMR dengan perubahan berat badan (r = -0,732; p < 0,05). Secara simultan, senam aerobik dan BMR memberikan kontribusi signifikan terhadap perubahan berat badan (R² = 0,741; F = 30,487; p < 0,05). Temuan ini menegaskan bahwa semakin rutin seseorang melakukan senam aerobik dan semakin tinggi nilai BMR yang dimilikinya, maka semakin besar potensi penurunan berat badan. Penelitian ini berimplikasi pada pengembangan program pengelolaan berat badan berbasis komunitas yang menekankan pentingnya aktivitas fisik teratur dan pemantauan kondisi metabolik individu.