Nining Purwaningsih
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Parenting di Era Digital: Menjaga Keseimbangan antara Teknologi dan Kehidupan Nyata di PAUD Al-Ansor Bina Bangsa Nining Purwaningsih
Diakoneo : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat menghadirkan tantangan baru dalam pengasuhan anak usia dini. Anak-anak semakin terpapar perangkat digital, namun belum memiliki kesiapan perkembangan untuk menyaring konten secara kritis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi digital orang tua serta membekali mereka dengan strategi praktis dalam menjaga keseimbangan pengasuhan di era digital. Program dilaksanakan kepada 30 orang tua peserta didik PAUD Al-Ansor Bina Bangsa melalui penyampaian materi interaktif, diskusi kelompok, serta simulasi penggunaan fitur parental control. Pengukuran dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang terdiri atas 10 butir pertanyaan untuk melihat perubahan pemahaman peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata sebesar 31%, yang mengindikasikan peningkatan kesadaran terkait pembatasan screen time dan pemilihan konten edukatif. Temuan ini sejalan dengan Social Learning Theory yang menekankan pentingnya keteladanan orang tua dalam membentuk perilaku anak. Kegiatan ini tidak menekankan pelarangan total penggunaan teknologi, melainkan penguatan peran orang tua sebagai mediator aktif dalam penggunaan gadget. Meskipun memiliki keterbatasan pada durasi pelaksanaan yang singkat dan belum adanya evaluasi tindak lanjut jangka panjang, kegiatan ini mengindikasikan efektivitas dalam meningkatkan pengetahuan dan kepercayaan diri orang tua dalam menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat di rumah. Ke depan, diperlukan program pendampingan berkelanjutan dan evaluasi berkala untuk memastikan dampak jangka panjang yang lebih optimal.
Integrasi AI Generative: Co-Teacher dalam Pembelajaran Literasi Budaya Lokal di PAUD Bismillah Ahmad Rizaldi; Ahmad Fauzi; Nining Purwaningsih
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v10i1.91511

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana AI generatif digunakan sebagai co-teacher dalam pembelajaran literasi budaya lokal di PAUD Bismillah dan bagaimana hal itu berdampak pada keterlibatan belajar anak usia dini.  Subjek penelitian adalah seorang guru kelas B dan dua belas anak berusia 5 hingga 6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis output AI menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI generatif dapat secara cepat, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran PAUD menyediakan cerita dan ilustrasi budaya lokal. Konten yang dihasilkan AI, baik teks maupun gambar, meningkatkan fokus, partisipasi verbal, dan meningkatkan kemampuan anak untuk mengenali tokoh, tempat, dan nilai budaya.  Pertanyaan AI sederhana seperti "Siapa ini?" atau "Badaknya warna apa?" efektif mendorong anak untuk belajar berbicara. Guru masih sangat penting dalam menyaring data, memberikan penjelasan tambahan, dan memastikan bahwa anak sesuai dengan budaya dan bahasanya.  Menurut penelitian ini, AI generatif tidak menggantikan peran guru. Sebaliknya, melalui penyediaan materi multimodal yang menarik dan beragam, itu meningkatkan pembelajaran literasi budaya lokal. Kolaborasi guru, AI, dan anak menghasilkan pola pembelajaran yang lebih interaktif, bermakna, dan relevan untuk PAUD. Kata kunci: AI generatif, co-teacher, literasi budaya, PAUD, storytelling   Generative AI Integration: Co-Teacher in Local Cultural Literacy Learning at Bismillah Early Childhood Education Center Abstract The purpose of this study is to explain how generative AI is utilized as a co-teacher in local cultural literacy learning at PAUD Bismillah and how it influences young children’s learning engagement. The research subjects consisted of one kindergarten B teacher and twelve children aged five to six years. Data were collected through observation, interviews, documentation, and analysis of AI-generated outputs using a descriptive qualitative approach. The findings indicate that generative AI can rapidly and flexibly provide local cultural stories and illustrations that align with early childhood learning needs. AI-generated content both text and images enhances children’s focus, verbal participation, and their ability to recognize cultural characters, settings, and values. Simple AI prompts such as “Who is this?” or “What color is the rhino?” effectively encourage children to speak and interact. Meanwhile, the teacher remains essential in filtering information, offering additional explanations, and ensuring cultural and linguistic accuracy for the children. This study concludes that generative AI does not replace the teacher’s role. Instead, it strengthens local cultural literacy learning by providing engaging and varied multimodal materials. The collaboration between the teacher, AI, and children produces a more interactive, meaningful, and relevant learning pattern for early childhood education. Keywords: generative AI, co-teacher, cultural literacy, early childhood education, storytelling