Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Ity Inclusive Learning Of Culinary Culinary Arts Based On Direct Practice To Develop The Creativity Of Pkbm Hspg Learners Eva Hudiafa; Ahmad Rizaldi
Jurnal Pendidikan Tata Boga dan Teknologi Vol 7, No 2 (2026): Jurnal Pendidikan Tata Boga dan Teknologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jptbt.v7i2.27286

Abstract

This study aims to describe the implementation of inclusive learning based on direct practice in culinary classes and analyze its contribution to the development of learners' creativity at PKBM HSPG Serang City. The study employed a descriptive qualitative  approach  involving  eleven  informants  consisting  of  one  academic  coordinator,  two  culinary  instructors,  one parent/guardian,  and  seven  Package  A  learners.  Data  were  collected  through  in-depth  interviews,  participatory observation, and documentation studies. Data analysis followed the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that direct practice-based learning enhances learners' creativity, independence, self-confidence, collaboration skills, and willingness to explore new ideas. These improvements were reflected in  learners'  ability  to  modify  food  presentation,  make  decisions  during  practical  activities,  interact  with  peers,  and confidently present their work. The results also reveal that direct practice provides concrete learning experiences that facilitate understanding  and  support  the  gradual  development  of  skills  according  to  each  learner's  abilities.  Therefore,  inclusive learning based on direct practice can serve as an effective strategy for fostering creativity and vocational skills development among learners in community learning centers. 
IMPLEMENTASI PROJECT-BASED LEARNING PADA KELAS KONTEN KREATOR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN DIGITAL PESERTA DIDIK DI HOMESCHOOLING HSPG SERANG Amanda Febriyanti Hidayat; Ahmad Rizaldi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11215

Abstract

ABSTRACT The development of digital technology has brought about significant changes to the world of education, including the learning process in homeschooling settings. Students are not only expected to understand academic material but also to possess digital skills relevant to the modern era. This study aims to describe the implementation of Project-Based Learning in a content creator class to enhance students’ digital skills at HSPG Serang Homeschooling. The study employs a qualitative approach with five students from Package B and Package C enrolled in the content creator class, as well as one teacher who previously taught the class. Data collection techniques included observation, in-depth interviews, and documentation. Data were analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. The results indicate that the implementation of Project-Based Learning effectively enhances students’ digital skills through activities such as content planning, video recording, editing, visual design, and social media publishing. Students demonstrated improved skills in using digital applications, creative thinking, communication, and collaboration in completing projects. Factors supporting implementation included the availability of digital devices, freedom of expression, and practice-based learning. Meanwhile, inhibiting factors included device limitations for some students, differences in prior knowledge, and limited learning time. This study indicates that Project-Based Learning can serve as an effective instructional strategy for developing students’ digital skills in non-formal education. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar terhadap dunia pendidikan, termasuk pada proses pembelajaran di lingkungan homeschooling. Peserta didik tidak hanya dituntut memahami materi akademik, tetapi juga memiliki keterampilan digital yang relevan dengan perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Project-Based Learning pada kelas konten kreator dalam meningkatkan keterampilan digital peserta didik di Homeschooling HSPG Serang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian sebanyak lima peserta didik Paket B dan Paket C yang mengikuti kelas konten kreator serta satu orang guru yang pernah mengajar kelas tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Project-Based Learning mampu meningkatkan keterampilan digital peserta didik melalui aktivitas perencanaan konten, pengambilan video, editing, desain visual, dan publikasi media sosial. Peserta didik menunjukkan peningkatan kemampuan dalam menggunakan aplikasi digital, berpikir kreatif, berkomunikasi, dan bekerja sama dalam menyelesaikan proyek. Faktor pendukung implementasi meliputi tersedianya perangkat digital, kebebasan berekspresi, dan pembelajaran berbasis praktik. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan perangkat pada beberapa peserta didik, perbedaan kemampuan awal, dan keterbatasan waktu pembelajaran. Penelitian ini menunjukkan bahwa Project-Based Learning dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan keterampilan digital peserta didik pada pendidikan nonformal.
Integrasi AI Generative: Co-Teacher dalam Pembelajaran Literasi Budaya Lokal di PAUD Bismillah Ahmad Rizaldi; Ahmad Fauzi; Nining Purwaningsih
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v10i1.91511

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana AI generatif digunakan sebagai co-teacher dalam pembelajaran literasi budaya lokal di PAUD Bismillah dan bagaimana hal itu berdampak pada keterlibatan belajar anak usia dini.  Subjek penelitian adalah seorang guru kelas B dan dua belas anak berusia 5 hingga 6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis output AI menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI generatif dapat secara cepat, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran PAUD menyediakan cerita dan ilustrasi budaya lokal. Konten yang dihasilkan AI, baik teks maupun gambar, meningkatkan fokus, partisipasi verbal, dan meningkatkan kemampuan anak untuk mengenali tokoh, tempat, dan nilai budaya.  Pertanyaan AI sederhana seperti "Siapa ini?" atau "Badaknya warna apa?" efektif mendorong anak untuk belajar berbicara. Guru masih sangat penting dalam menyaring data, memberikan penjelasan tambahan, dan memastikan bahwa anak sesuai dengan budaya dan bahasanya.  Menurut penelitian ini, AI generatif tidak menggantikan peran guru. Sebaliknya, melalui penyediaan materi multimodal yang menarik dan beragam, itu meningkatkan pembelajaran literasi budaya lokal. Kolaborasi guru, AI, dan anak menghasilkan pola pembelajaran yang lebih interaktif, bermakna, dan relevan untuk PAUD. Kata kunci: AI generatif, co-teacher, literasi budaya, PAUD, storytelling   Generative AI Integration: Co-Teacher in Local Cultural Literacy Learning at Bismillah Early Childhood Education Center Abstract The purpose of this study is to explain how generative AI is utilized as a co-teacher in local cultural literacy learning at PAUD Bismillah and how it influences young children’s learning engagement. The research subjects consisted of one kindergarten B teacher and twelve children aged five to six years. Data were collected through observation, interviews, documentation, and analysis of AI-generated outputs using a descriptive qualitative approach. The findings indicate that generative AI can rapidly and flexibly provide local cultural stories and illustrations that align with early childhood learning needs. AI-generated content both text and images enhances children’s focus, verbal participation, and their ability to recognize cultural characters, settings, and values. Simple AI prompts such as “Who is this?” or “What color is the rhino?” effectively encourage children to speak and interact. Meanwhile, the teacher remains essential in filtering information, offering additional explanations, and ensuring cultural and linguistic accuracy for the children. This study concludes that generative AI does not replace the teacher’s role. Instead, it strengthens local cultural literacy learning by providing engaging and varied multimodal materials. The collaboration between the teacher, AI, and children produces a more interactive, meaningful, and relevant learning pattern for early childhood education. Keywords: generative AI, co-teacher, cultural literacy, early childhood education, storytelling